OJK Sultra mencatat aset perbankan tumbuh sebesar 20,66 persen

id OJK

OJK Sultra mencatat aset perbankan tumbuh sebesar 20,66 persen

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Ridhony Hutasoit (kiri) saat seminar nasional peran LPS, OJK dan BI dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara mencatat sektor jasa keuangan Sultra tumbuh positif sepanjang 2019 dengan aset perbankan tumbuh sebesar 20,66 persen.

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Ridhony Hutasoit mengatakan, selain aset, kredit perbankan juga tumbuh sebesar 11,34 persen, serta dana pihak ketiga tumbuh sebesar 14,31 persen.

"Sektor jasa keuangan Sulawesi Tenggara pada 2019 tercatat tumbuh positif," katanya di Kendari, Jumat.

Ridhony mengungkapkan, di pasar modal terjadi pertumbuhan investor sebesar 78,49 persen dan total transaksi saham meningkat sebesar 30,80 persen. Per Desember 2019, kinerja modal ventura dan perusahaan pembiayaan juga tumbuh positif. Namun, premi asuransi tumbuh negatif.

"Secara nasional, kredit perbankan tumbuh di level 6,08 persen seiring dengan lemahnya permintaan komoditas global. Pada periode Januari 2020, kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,10 persen (yoy)," ungkapnya.

Pertumbuhan kredit perbankan, lanjut dia, didominasi oleh bank buku IV yang tumbuh sebesar 7,8 persen (yoy), sedangkan buku III tumbuh 2,4 persen (yoy). Buku II tumbuh 8,4 persen (yoy) dan buku I tumbuh 6,4 persen (yoy).

"Berdasarkan kepemilikan, kredit oleh Bank BUMN tumbuh 8,5 persen (yoy) lebih rendah dari tahun lalu yakni 14,1 persen (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan relatif rendah dengan Capital Adequacy Ratio perbankan jauh di atas threshold," jelasnya.

Ia menjelaskan, non performing loan (NPL) tahun 2018 sebesar 2,37 persen sedangkan  2019 naik menjadi 2,53 persen. OJK bersama industri jasa keuangan berkomitmen menyediakan pendanaan yang terjangkau, yang  terlihat dari turunnya net interest margin dan rata-rata suku bunga kredit perbankan.

"Pada 2019 net interest margin sebesar 4,91 persen, lebih rendah dari 2018 yang tercatat 5,14 persen. Di pasar modal, OJK secara aktif mendorong erusahaan skala menengah untuk mendapatkan sumber pembiayaan melalui pasar modal," ujarnya.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar