Pasien COVID-19 sembuh di Sultra bertambah 41 orang

id Virus corona, sultra, pandemi covid-19, kasus corona di sultrq, covid-19 di sultra

Pasien COVID-19 sembuh di Sultra bertambah 41 orang

Dokumentasi - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir saat memakaikan masker kepada seorang anak di kota itu. ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan pasien sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 di daerah tersebut menjadi 8.862 setelah ada penambahan 41 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Kamis mengatakan penambahan kasus sembuh hari ini lebih banyak dari penambahan kasus positif baru.

"Hari ini pasien sembuh terbanyak dari Kota Baubau 22 orang, Kota Kendari 11 orang, dan Kabupaten Konawe Utara delapan orang," kata Rabiul.

Ia juga menyampaikan, pasien positif baru bertambah sebanyak 28 orang, berasal dari delapan daerah, sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di provinsi tersebut menjadi 9.895 orang.

"Rincian kasus positif baru hari ini masing-masing satu orang dari Kabupaten Konawe Selatan, Buton, Bombana dan Kolaka Timur. Kemudian Konawe dua orang, Muna lima orang, Kota Baubua enam orang dan Kendari 11 orang," tutur Rabiul.

Sementara untuk kasus meninggal akibat COVID-19 di provinsi tersebut juga ada penambahan satu orang perempuan (26) asal Kabupaten Konawe, sehingga kasus meninggal menjadi 190 orang.

Sebaran 190 kasus meninggal di Sultra, yakni Kabupaten Konawe menjadi 18 orang, Konawe Selatan 15 orang, Buton Selatan empat orang, Kolaka Timur lima orang, Kolaka Utara 10 orang, Kolaka 14 orang, Muna 13 orang, Buton dan Bombana masing-masing delapan orang.

Berikutnya, Kabupaten Buton Utara tujuh orang. Kemudian Wakatobi, Muna Barat, dan Buton Tengah masing-masing dua orang, Kabupaten Konawe Utara dan Konawe Kepulauan masing-masing satu orang, Kota Kendari 57 orang dan Baubau 23 orang.

Ia menyampaikan, meskipun saat ini di 17 kabupaten/kota di Sultra telah melakukan program penyuntikan vaksinasi COVID-19, namun masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua masyarakat dalam menjalankan aktivitas agar menaati protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna memproteksi diri dari penularan COVID-19 dan menekan angka kasus di daerah itu.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar