Akibat COVID-19, omzet penjulan UMKM di Kolaka turun

id Virus Corona

Akibat COVID-19, omzet penjulan UMKM di Kolaka turun

Pemilik UMKM Zee Crochet Aneka Kreasi Rajutan di Kabupaten Kolaka, Zainab Karbelawati (kiri) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Tenggara, Agista Ariani Putri (kanan). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Omzet penjualan hasil produk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)  mengalami penurunan menyusul merebaknya COVID-19.

Pemilik UMKM Zee Crochet Aneka Kreasi Rajutan di Kabupaten Kolaka, Zainab Karbelawati. Mitra dari PT. Antam Tbk UBPN Pomalaa, Sulawesi Tenggara ini mengatakan sejak adanya wabah virus corona berimbas pada penghasilannya dalam sehari.

"Iya untuk penjualan langsung menurun, yang paling terasa penurunan penjualan langsung untuk wilayah Kolaka, karena kunjungan langsung menjadi sepi dan konsumen banyak yang lebih mengalihkan belanjanya untuk belanja yang lebih penting yaitu stok sembako," kata Karbelawati, saat diwawancara via WhatsApp, di Kendari, Sabtu.

Ia mengatakan sebelum mewabahnya virus mematikan tersebut, penghasilannya bisa mencapai Rp500 ribu dalam sehari, namun kini penghasilannya di bawah Rp300 ribu per harinya.

"Baru pertama begini, karena mungkin konsumen alihkan dananya untuk belanja yang lebih penting nyetok sembako di rumah, jadi penjualan menurun dan mngkin juga karena konsumen luar kota kan takut-takut menerima paketan tidak jelas steril atau tidak. Sebelumnya per hari biasa Rp350-Rp500 ribu dalam sehari, sekarang di bawah itu," ungkapnya.

UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Koperasi UKM Kolaka ini menjelaskan meskipun penjualannya menurun, namun tidak mempengaruhi hasil produksinya dalam sehari.

"Jumlah produksi tetap seperti biasa hanya pnjualannya yang berkurang. Tapi kalau orderan free order (FO) luar kota tetap banyak seperti biasa, hanya saja banyak yang mau dikirimnya nanti setelah agak redaan corona karena takut terinfeksi karena paket-nya dipegang-pegang banyak tangan," tuturnya.

Salah satu pelaku Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kolaka ini juga mengungkapkan, selain melayani pesanan dari beberapa provinsi di Indonesia, pihaknya juga melayani pesanan dari beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Belanda dan Australia.

"Hasil rajutan yang kami hasilkan ada tas, dompet, sepatu, ransel, sovenir-sovenir rajut, topi, taplak meja, gelas, dan lainnya. Untuk sistem penjualan kami menggunakan media sosial melalui telepon atau WhatsApp 082191971497, kemudian di facebook Zainab Karbelawati, Instagram zee_crochet_zinab, youtube Zee Official, Pinterest Zinab Karbelawati dan Shutterstock Indonezeea," ungkapnya.

Zainab berharap pandemi wabah virus corona ini bisa segera selesai, agar penjualan produk rajutan di tempat usahanya bisa kembali berjalan seperti biasanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar