BPP mendorong produktivitas ASN menghadapi era digitalisasi 4.0

id BPP

BPP mendorong produktivitas ASN menghadapi era digitalisasi 4.0

Kepala BPP Kendari, Andi Asriani Koke (depan kanan) saat kegiatan "In House Trainig" dilaksanakan di Aula BPP Kendari, Senin. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong produktivitas kerja dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai menghadapi era digitalisasi (4.0) melalui "In House Trainig" (IHT), Senin (2/12).

Kepala BPP Kendari Andi Asriani Koke dalam sambutannya mengatakan perkembangan revolusi industri 4.0 saat ini sedang gencar-gencarnya menjadi topik hangat dalam dunia bisnis maupun pemerintahan. Tidak hanya dalam dunia bisnis, para ASN juga ikut terdampak adanya revolusi industri 4.0.

"Para ASN juga terdampak dengan adanya revolusi industri 4.0, jadi keharusan untuk selalu meningkatkan kompetensi diri agar mampu bersaing dan menunjukkan kinerja positif di era digitalisasi ini," kata Andi Asriani, di Kendari, Senin.

Selain itu, Andi Asriani juga mengatakan, bahwa penting bagi para ASN untuk mengembangkan diri, berfikir kritis, berinovasi dan mampu mengikuti perkembangan global.

"Dalam suatu organisasi, agar program dan kegiatan yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik dan sukses diperlukan kerjasama dan komunikasi yang baik oleh seluruh anggota organisasi. Kerjasama antar seksi yang solid dan komunikasi yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi," katanya.
 
Kepala BPP Kendari, Andi Asriani Koke (depan kanan) saat kegiatan "In House Trainig" dilaksanakan di Aula BPP Kendari, Senin. (ANTARA/Harianto)



Andi Asriani juga mengatakan, bahwa berdasarkan pidato Presiden Indonesia, Joko Widodo yang menyampaikan visi Indonesia Maju 2020-2024 sebagai arah pembangunan 5 tahun kedepan salah satunya yaitu reformasi birokrasi.

"Pada reformasi birokrasi, Presiden menekankan bahwa saat ini ASN harus merubah pola pikir yang linier, monoton serta terjebak dalam zona nyaman. Namun ASN harus mampu adaptif, produktif, berinovasi, kompetitif dan berorientasi melayani bukan dilayani," ujarnya.

Baca juga: BKKBN Sultra gelar workshop keprotokolan peningkatkan kinerja ASN

Secara spesifik materi yang akan disampaikan oleh narasumber pada pelatihan ini adalah "Analisis Transaksional" yang merupakan salah satu pendekatan "psychotherapy" yang interaksional.

Kegiatan ini diikuti oleh pegawai instruktur dan struktural lingkup BPP Kendari yang berjumlah 20 orang dan dibuka oleh Kepala BPP Kendari Andi Asriani Koke, turut hadir Jalaludin Yusuf sebagai narasumber dan Ketua Forum UKM-IKM Sultra, Abdul Hakim yang dilaksanakan di Aula BPP Kendari.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar