Dirut ANTAM berharap SMN perkuat rasa cinta Tanah Air

id smn-kolaka,smn,bhun 2019

Dirut ANTAM berharap SMN  perkuat rasa cinta Tanah Air

Dirut PT.Antam Tbk,Arie Prabowo Ariotedjo saat menyalami 23 peserta siswa mengenal Nusantara dalam program BHUN di Wisma Fitra Antam Pomalaa, Jumat. (foto Antara/Darwis Sarkani)

Kolaka (ANTARA) - Direktur Utama PT.Antam Tbk,Arie Prabowo Ariotedjo mengharapkan program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang dilaksanakan oleh Kementerian BUMN bisa memperkuat rasa cinta kepada Tanah Air.

Menurutnya kunjungan siswa-siswi mengenal nusantara dari Provinsi Bangka Belitung ke PT.Antam Tbk UBPN Sultra sebagai salah satu perusahaan BUMN merupakan salah satu perusahaan mengelola tambang nikel dan pabrik pengolahan feronikel pertama yang dimiliki Indonesia.

" Selama seminggu ke depan, kami dari Antam,Jasindo dan Indofarma akan mendampingi anak-anak sekalian untuk lebih mengenal dan mengksplorasi wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya daerah Pomalaa, Kolaka, dan kota Kendari," katanya di hadapan 23 siswa peserta SMN di Antam,Pomalaa,Jumat.

Baca juga: 23 peserta SMN Sultra diberangkatkan ke Bangka Belitung

Program Siswa Mengenal Nusantara ini, kata Arie, merupakan program tahunan yang dilaksanakan Kementerian BUMN agar lebih mengenal keanekaragaman budaya, kekayaan alam, potensi daerah, dan kewirausahaan yang dimiliki Sulawesi Tenggara.

Sebagai generasi penerus bangsa, lanjut dia, program SMN juga dapat memberikan tambahan wawasan sebagai bekal di masa depan kelak sehingga diharapkan siswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan maksimal.

"Mewakili seluruh BUMN yang bertugas melaksanakan Program SMN di Sulawesi Tenggara,kami mengucapkan selamat datang dan selamat lebih mengenal Sulawesi Tenggara dan semoga seluruh rangkaian kegiatan  ini dapat dilaksanakan dengan penuh kelancaran dan keberkahan," jelas Arie Prabowo.

Baca juga: 23 Siswa Mengenal Nusantara disambut tarian adat Mekongga

Baca juga: Pelajar SMN Babel bakal kenalkan silat Bangka Belitung di Sultra


 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar