13 komoditi perkebunan Sultra terpantau stabil

id perkebunan

Arsip - Petani menyadap getah karet di perkebunan Bathin II Babeko, Bungo, Jambi, Sabtu (30/3/2019). Harga jual getah karet di tingkat petani setempat berangsur naik dari Rp8.000 per kilogram pada minggu lalu menjadi Rp8.200 per kilogram per hari ini. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Kendari (ANTARA) - Harga  13 komoditas andalan sektor perkebunan di Sulawesi Tenggara yang dipantau Dinas Perkebunan dan Hortikultura masih stabil.

"Di antara komoditasi perkebunan itu ada yang yang biasanya naik harganya dan ada juga naik namun masih dalam batas yang wajar, dan sudah menjadi mekanisme pasar," kata Kadis Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Ny Yesna Suarni di Kendari, Rabu.

Ia mengatakan, 13 komoditas perkebunan yang menjadi titik perhtaian pihaknya, kemudian dicatat mulai dari harga ditingkat petani produsen, pedagaang pengumpul, pedagang antar daerah hingga pada pedagang pengecer lalu diolah dengan menggunakan metode rata-rata sesuai dengan harga yang terjadi pada saat itu.

Dari 13 komoditi ungguilan yang dicacat dan dilaporkan yakni kakao dalam bentuk biji kering, jambu mete gelondongan maupun dalam bentuk kacang mete, lada putih, cengkeh, kelapa, aren, kopi robusta, sagu, pala, kemiri, pinang, ketumbar dan asam jawa.

"Sebenarnya ada 20 jenis komoditi hasil perkebunan yang menjadi sasaran, namun karena ada beberapa komoditi itu menjadi musiman, sehingga baru akan di catat setelah mulai ramai dijual dipasaaran," kata Yesna.

Harga kakao kering (kadar air 10 persen) saat ini dijual antara Rp23.000 per kg pada tingkat petani, sedanagkan pada tingkat pedagang pengumpul dan pedagang antar daerah dijual masing-masing Rp24.000-Rp26.000 per kg.

Begitu pula dengan harga mete gelondongan saat ini mencapai Rp13.000 per kg ditingkat petani, sedangkan pada pedagang pengumpul dan pedagang antar daerag masing-masing Rp14.000-Rp15.000 per kg. Sementara dalam bentuk kacang mete antara Rp120.000 hingga Rp150.000 per kg tergantunag dari kualitas produknya.

Sementara harga cengkih, saat ini mencapai Rp75.000 per kg ditingkat petani dan Rp80.000 hingga Rp85.000 pada tingkat pedagang pengumpul dan pedagang antar daerah. Harga itu sedikit lebih menurun dibanding dengan tahun sebelumnya yang mencapai angkat Rp100.000 hingga Rp125.000 per kilogram.

"Harga kelapa, gula aren, kopi robusta, sagu, pala, kemiri, pinang, ketumbar hingga asam jawa, harganya masih tetap stabil dan stpk ditingkat pedagang pengecer masih tersedia cukup hingga beberapa minggu kedepan," tuturnya.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar