Atraksi penyanderaan pejabat semarakan HUT ke-73 TNI

id hut tni

Komandan Korem 143/Haluoleo Kendari, Kolonel Arm.Dedi Nurhadiman saat memimpin.upacara HUT Ke-73 TNI di Kendari, Jumat. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari (Antaranews Sultra) - Atraksi penyanderaan pejabat yang dilakukan sekelompok perampok bersenjata menyemarakkan peringatan HUT ke-73 TNI 2018 yang dipusatkan di lapangan eks MTQ Kota Kendari, Jumat.

Pejabat yang menjadi sandera dari atraksi itu diperankan salah seorang perwira TNI Korem 143/Haluoleo, sementara kelompok TNI dari kesatuan Yonif 725 Woroagi sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk melakukan taktik strategis untuk melakukan pembebasan pejabat yang disandera dari kelompok perampok bersenjata itu.

Dengan cara penyamaran dan beberapa taktik perang yang dilakukan intelejen dari TNI, pejabat yang disandera itu berhasil dilumpuhkan dari pasukan elit terlatih dari Yonif 725 Woroagi.

Hadir pada acara tersebut Gubernur Sultra Ali Mazi, Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh Kapolda Sultra Brigjen Iriyanto, Kepala BIN Brigjen TNI Andi Sumagerukka, Komandan Korem 143/Haluoleo Kolonel Arm Dedi Nurhadiman dan sejumlah pejabat Forkompinda Sultra dan beberapa bupati dan wali kota di Sultra.

Selain atraksi penyanderaan, juga atraksi bela diri yang dilakukan dari gabungan pasukan TNI dari kesatuan Korem 143, Kodim 1417 Kendari, Lanal dan Lanud, membuat para ratusan bahkan mencapai seribuan penonton yang ikut menyaksikan atraksi yang cukup menegangkan dan mengundang perhatian ribuan pasang mata itu.

? ?Komandan Korem 143/Haluoleo Kendari Kolonel Arm Dedi Nurhadiman usai membacakan sambutan tertulis Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, rasa terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara pada umumnya atas penyelenggaraan HUT ke-73 TNI tahun ini.

"Upacara HUT TNI kali ini memang dilaksanakan dengan sederhana, karena kita tahu bahwa Indonesia saat ini khususnya wilayah NTB dan Palu-Donggala-Sigi baru saja ditimpa bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga kita sebagai warga yang beriman wajib memberi bantuan sekaligus doa semoga korban meninggal dunia diberi ampunan Tuhan Allah SWT," ujar Danrem.

Menurut Danrem, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap korban bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala, saat ini telah mengirimkan pasukan TNI dalam rangka membantu pemulihan dan evakusi di lokasi bencana.

Khusus masalah bantuan kepada korban gempa bumi dan tsunami, TNI melalui Kodim 1417 Kendari sejak beberapa hari lalu telah membuka posko bersama dengan sejumlah instansi di Kendari untuk menerima dan menampung bantuan dari masyarakat Kota Kendari untuk korban gempa-tsunami di Kota Palu-Donggala dan Sigi.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar