Baubau (ANTARA) - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baubau, Sulawesi Tenggara, menyebutkan bahwa penerimaan pajak saat ini baru mencapai 49 persen dari target sebesar Rp671,4 miliar tahun 2025.
Kepala KPP Pratama Baubau, Amrih Basuki Purnomo, di Baubau, Senin, mengatakan, pencapaian target penerimaan masih rendah, karena situasi ekonomi agak ada penurunan.
"Di sini kan ada perusahaan tambang. Sektor tambang aspal dan nikel yang menjadi andalan penerimaan kita juga yang kontribusinya sekitar 20 persen itu turun karena sekarang stop operasi, yang pertambangan nikel itu karena ternyata menjadi hutan lindung." ujarnya.
Selain itu, Amrih juga menyebutkan bahwa capaian penerimaan pajak terbesar berasal dari instansi pemerintah sekitar di atas 50 persen juga masih rendah. Karena itu, untuk memahami kondisi penerimaan tersebut melambat, pihaknya mencoba mencari tau kendala dihadapi wajib pajak.
"Ternyata ini memang ada kendala di sistem, mereka tidak semuanya langsung bisa (penggunaan coretax). Jadi ada yang masih belum paham atau ragu. Makanya kami melakukan edukasi, sosialisasi sekaligus pendampingan," ujarnya.
Sosialisasi Coretax, kata dia, akan terus dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman penggunaan Coretax bagi para wajib pajak.
"Pekan lalu kami melakukan sosialisasi, edukasi di Buton Utara. Insya Allah minggu depan Wakatobi. Yang berjalan saat ini di Muna dan Muna Barat, itu diselenggarakan di KP2KP Raha. Jadi baik swasta, maupun dari instansi pemerintah OPD-OPD dan desa dipanggil, kita dampingi, edukasi bagaimana mereka melakukan penyetoran dengan sistem kami yang baru," jelasnya.
Melalui penyuluhan tersebut, kata Amrih, tentu dengan harapan nantinya setoran penerimaan meningkat. Karena perhitungan pihaknya, jika semua daerah melakukan penyetoran, maka penerimaan akan dicapai.
Di samping itu, lanjut dia, KPP Pratama juga tentu melakukan optimalisasi penerimaan dari berbagai sektor, baik perdagangan, perikanan, termasuk restoran dan cafe yang saat ini tengah ramai.
"Kan di sini lagi banyak kafe dan sebagainya, itu lagi kita galakkan dengan akan coba ingatkan mereka kalau memang ada penghasilan yang harus kena pajak kami minta dipenuhi. Termasuk perdagangan kita melihat adanya lalu lintas barang di Baubau, di pelabuhan begitu ramai. Jadi ini yang lagi kami gali," ucap Amrih.
Hal itu pun, kata Amrih, apabila tahun ini belum bisa karena memang harus berkoordinasi dengan pihak lain, maka mungkin tahun depan efeknya bisa dirasakan.
Kemudian untuk sektor perikanan juga, Amrih mengatakan hal itu sudah berjalan dengan berkoodinasi Bea Cukai yang akan membantu pihaknya terkait data-datanya untuk dari sisi penghasilan yang dikenakan pajak.

