Kendari (ANTARA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar pada Senin, 9 Februari 2026, di Provinsi Banten.
Kepastian kehadiran Presiden Prabowo tersebut terungkap dalam audiensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Jumat.
Audiensi tersebut diterima oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza. Hal itu disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat malam.
“Bapak Presiden Prabowo telah menjadwalkan kehadirannya pada HPN 2026 di Banten. Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga akan hadir sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Siber SMSI,” kata Muhammad Asrian Mirza.
Firdaus menjelaskan, rangkaian kegiatan HPN 2026 yang diselenggarakan SMSI sebagai konstituen Dewan Pers juga akan diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan Museum Siber SMSI pada 7 Februari 2026 di Kota Serang, Banten.
Pada agenda tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dijadwalkan hadir untuk melakukan peletakan batu pertama museum yang disebut sebagai museum media siber pertama di Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, jajaran SMSI Pusat yang hadir antara lain Dewan Penasihat SMSI Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si, Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Media Siber dan Digital Ilona Juwita, Direktur Media Crisis Center dr. Nishal, serta Wakil Direktur Departemen Kesekretariatan dan Keuangan Dyah Kristiningsih.
Ilona Juwita menyatakan kesiapannya mendampingi Menteri Kebudayaan dalam agenda peletakan batu pertama Museum Siber SMSI di Banten. Ia juga menegaskan bahwa museum tersebut akan menjadi museum media siber pertama yang dibangun di Tanah Air.
Pertemuan antara SMSI dan Kementerian Kebudayaan berlangsung dalam suasana hangat dan membahas penguatan aliansi strategis antara media siber dan negara dalam pembangunan peradaban berbasis kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan, lanjut Firdaus, menegaskan komitmennya menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Media siber dipandang memiliki peran strategis dalam merawat dan menyebarluaskan nilai-nilai kebudayaan, termasuk tradisi lokal, bahasa daerah, dan pengetahuan komunitas.
“Pembangunan Museum Siber SMSI di Banten diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara negara dan media dalam menjaga memori, identitas, serta perjalanan pers dan kebudayaan Indonesia di era digital,” ujar Firdaus.
Ia menambahkan, peran pers sejak dahulu tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bangsa. Di era digital, peran tersebut berlanjut melalui media siber yang menjadi ruang kebudayaan baru.
“Dari cerita rakyat hingga berita digital, pers tetap menjadi penjaga narasi Indonesia agar jati diri bangsa terus hidup dan berdaulat atas maknanya sendiri,” kata Firdaus.

