Satgas Baubau: tidak diperbolehkan menggelar kerumunan perayaan Natal-Tahun Baru

id Berita Baubau

Satgas Baubau: tidak diperbolehkan menggelar kerumunan perayaan Natal-Tahun Baru

Sekretaris Satgas Penangana COVID-19 yang juga Kepala Pelaksana BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali (Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menekankan tidak memperbolehkan kegiatan kerumunan dilaksanakan menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, guna mencegah penyebaran wabah virus.

"Jadi perayaan tahun baru disampaikan sedapat mungkin di rumah masing-masing dan berkumpul dengan keluarga saja, karena memang tidak dibolehkan ada arak-arakan. Boleh ada acara tahun baru tetapi tidak boleh ada hura-hura di dalamnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Sekretraris Satgas Penanganan COVID-19 Baubau, La Ode Muslimin Hibali, di Baubau, Kamis.

Dalam menyambut Natal dan Tahun Baru itu, kata dia, pihaknya telah melaksanakan rapat bersama dalam membahas beberapa instruksi baik, instruksi Kemendagri No 62/2021, Surat Edaran Satgas Nasional No 24/2021, maupun instruksi Gubernur Sultra dan edaran Wali Kota Baubau, yang kesemuanya menekankan tentang mengurangi kerumunan.

Untuk kondisi daerah sementara ini, menurut Kepala Pelaksana BPBD Baubau ini, berada pada level 2, kondisi level 3 khusus hanya untuk acara perkawinan sebagaimana didalam instruksi Mendagri tersebut.

Terkait perjalanan transportasi laut jelang Natal dan Tahun Baru juga, kata dia, tetap memperlihatkan penggunaan aplikasi pedulilindungi, termasuk rapid antigen dan vaksinasi.

"Tetapi disampaikan bahwa pada perayaan-perayaan di tahun baru sedapat mungkin agar tidak bepergian, bahkan kalau tidak terlalu penting sebaiknya tetap di rumah berkumpul bersama keluarga," imbau mantan Plt Kepala Disdukcapil Baubau ini.

Jelang Natal dan Tahun Baru juga, kata Muslimin, termuat sesuai instruksi Mendagri diharapkan seluruh petugas baik TNI, Polri dan Satpol PP memantau perayaan libur akhir tahun tersebut. Termasuk di dalam edaran wali kota dimuat juga BPBD diharapkan siap siaga, selain beberapa institusi tersebut.

Ditanya apakah nantinya bila mendapatkan adanya yang menggelar kerumunan akan dibubarkan?, menurut dia, sudah seharusnya karena hal tersebut memang tidak diizinkan menggelar acara yang mengundang adanya kerumunan.  

Di samping itu, Muslimin menambahkan, belum tercapainya target vaksinasi utamanya terhadap pelajar, disabilitas dan lansia sehingga diharapkan percepatan vaksinasi untuk kelompok tersebut. Dalam hal vaksinasi juga, edaran walikota sudah mau tingkatkan ke Perwali.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2022