Membangkitkan semangat belajar siswa, wujudkan generasi berkualitas

id Sekolah, tatap muka, hari pendidikan, bangsa, generasi bangsa, sekolah, yang dirindukan, Bangkitkan, semangat, belajar

Membangkitkan semangat belajar siswa, wujudkan generasi berkualitas

Ilustrasi - Seorang guru mengajar siswa SMAN 1 Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19, Kamis (5/11/2020). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19 masih membayang-bayangi kehidupan manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dengan kondisi pandemi sejak setahun terakhir ini, segala aktivitas manusia tidak sebebas dahulu. Semua harus dilakukan dengan hal baru, budaya baru, dan benar-benar menaati protokol kesehatan.

Segala sektor kehidupan manusia terganggu, mulai dari ekonomi, sosial budaya, termasuk pendidikan di mana proses belajar mengajar mau tidak mau, suka tidak suka, harus dilakukan dengan budaya baru, yaitu secara daring di rumah masing-masing.

Berbagai cara dilakukan orang tua dan pihak sekolah agar anak-anak tetap bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik meskipun tidak bertatap muka langsung dengan guru mereka.

Suasana baru pun dihadapi para siswa yang dahulu berhadapan dengan guru dan papan tulis, saat ini lebih banyak berinteraksi dengan guru melalui gawai masing-masing.

Kondisi pendidikan di tengah pandemi perlu perhatian serius pemerintah, perlu gebrakan guna mengatasi masalah pembelajaran daring. Salah satu usaha pemerintah dengan pembagian kuota internet untuk belajar, guna membantu meringankan beban orang tua.

Masalah pembelajaran daring tentu tidak berhenti pada pembagian kuota saja. Kesenjangan teknologi perlu diatasi, perlu petunjuk khusus pembelajaran di tengah pandemi, agar guru dan siswa tidak kebingungan menghadapi situasi pandemi ini.

Dengan kondisi tersebut, dibutuhkan inovasi dan terebosan baru sehingga anak-anak dalam mengikuti pembelajaran tidak merasa tertekan. Begitu pun orang tua, diharapkan terus mendorong anak-anak tetap semangat belajar.

Semua pihak harus saling merangkul dan melakukan upaya sesuai kapasitas masing-masing demi membangkitkan semangat belajar anak-anak, guna wujudkan generasi bangsa yang cerdas dan berkualitas seperti yang digaungkan dalam Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yaitu guru maupun siswa, benar-benar merasakan kemerdekaan dalam belajar.

Standar mutu

Dalam menciptakan generasi bangsa yang cerdas dan berkualitas pemerintah terus melakukan inovasi, salah satunya dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan meningkatkan standar mutu pelayanan guru kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara Asrun Lio mengatakan guru harus inovatif dalam mengajar siswanya di tengah pandemi.  Guru harus bisa memilih metode dan teknik pembelajaran yang tepat dalam situasi pandemi.

Ia menekankan guru bisa berinovasi dengan menciptakan metode pembelajaran yang nyaman dan tidak menekan para siswa, tetapi materi yang disampaikan bisa dipahami para siswa.

Guru atau tenaga kependidikan di daerah tersebut juga harus bisa beradaptasi dengan kondisi pembelajaran di tengah pandemi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Saat ini, guru ditekankan tidak lagi mengandalkan proses belajar secara tradisional dan konvensional, tetapi proses belajar harus sesuai dengan kondisi.

"Dan kalau sudah memungkinkan kita belajar tatap muka tentu akan berbeda lagi teknik pembelajarannya," katanya.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan tenaga pendidik, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dalam bentuk teacher learning center (TLC).

Program pendidik dan tenaga kependidikan itu bukan hanya pemenuhan jumlah guru untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah, tetapi juga memperbarui pengetahuan mereka supaya bisa memiliki keterampilan mengajar secara mumpuni.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 momentum meningkatkan standar mutu pelayanan satuan pendidikan sebagai upaya menciptakan generasi bangsa yang unggul.

Pihaknya akan memastikan bahwa tidak ada siswa yang tidak bersekolah karena faktor ekonomi.

Pemerintah daerah setempat terus mendorong anak-anak agar bisa mendapatkan pendidikan melalui program Sultra Cerdas, baik mereka yang berprestasi maupun dari kalangan tidak mampu.

Phaknya juga menyediakan bantuan stimulus pendidikan khusus yang menjadi wewenangnya, yakni tingkat SMA, SMK, dan SLB, namun terbatas, yaitu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Sultra.

Pemerintah daerah setempat juga telah pekerja sama dengan Sampoerna University terkait dengan program bantuan beasiswa penuh kepada putra daerah terpilih yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi hingga S3. Dalam program ini semua yang terkait dengan biaya penyelenggaraan pendidikan ditanggung oleh beasiswa tersebut.

Skema kesepakatan antara pemerintah daerah setempat dengan pihak Sampoerna University yaitu 1 banding 1, artinya jika terdapat 10 siswa yang sekolah di Sampoerna University, berarti skema pembiayaannya adalah 5 dibiayai oleh provinsi dan 5 dibiayai pihak Sampoerna.

Asrun juga menyampaikan bahwa bentuk pelayanan minimal pada program pendidik dan tenaga kependidikan juga terus ditingkatkan.

Dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, juga harus dipastikan bahwa sarana dan perasaan pembelajaran di satuan pendidikan sesuai dengan standar pelayanan minimal.

Oleh karena situasi masih pandemi, secara umum daerah tersebut belum menerapkan pembelajaran tatap muka. Tetapi, pada zona hijau dan atau kuning pandemi, pihaknya akan memberikan ruang untuk pembelajaran tatap muka terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pihak Telkomsel area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan (Pamasuka) telah memasang 2013 base transceiver station (BTS) 4G di Sulawesi Tenggara guna menjamin kelancaran jaringan internet bagi siswa saat pembelajaran di rumah.

Manager Mass Market Sales Operation Telkomsel Sulawesi Magdalena I Ovi melalui WhatsAppnya mengatakan seluruh jaringan Telkomsel di Sultra telah terlayani 4G dengan kecepatan tinggi sehingga masyarakat mudah mengakses internet.

Pihaknya juga memiliki program dalam mendukung proses pembelajaran di tengah pandemi COVID-19, di antaranya edukasi secara intensif ke sekolah-sekolah untuk mengoptimalkan kuota pendidikan bantuan dari pemerintah dan tenaga "direct sales" di kabupaten/kota.

Telkomsel bersama pemerintah daerah menyelenggarakan webinar-webinar untuk meningkatkan kemampuan para pengajar dalam metode pembelajaran daring yang efektif bagi siswa.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menularkan semangat belajar dalam kondisi apapun, di manapun berada melalui video maupun webinar, memberikan alternatif-alternatif paket yang terjangkau serta perdana yang sesuai kebutuhan pembelajaran, edukasi internet BAIK, yaitu Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif untuk guru dan pelajar.

Telkomsel juga membangun kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra untuk SMA dan Dinas Pendidikan kota/kabupaten untuk SMP dan SD soal dukungan jaringan dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring.

Pada Oktober 2020-Februari 2021, Telkomsel memberikan bantuan kartu perdana MBJJ (Merdeka Belajar Jarak Jauh) dengan kuota 10GB kepada sekolah di beberapa daerah yang membutuhkan untuk bisa dimanfaatkan belajar daring. Pada Desember 2020-Maret 2021, Telkomsel mengadakan Program Ilmupedia Berani Jawab, yaitu Kuis Cerdas Cermat secara daring yang mempertandingkan sekolah-sekolah di daerah sampai dengan level nasional.

Saat itu, ada perwakilan sekolah dari Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu SMAN 6 Kendari, yang lolos sampai babak "quarterfinal", meski akhirnya kalah dengan sekolah dari Kota Malang, Jawa Timur.

Senang-susah

Marissa Safira Dinanti, salah satu siswi Kelas XI SMAN 1 Baubau mengaku selama belajar di rumah, ada senang dan susahnya. Namun, ia ingin sekali belajar secara langsung atau tatap muka.

"Iya tentu sangat rindu, karena selama belajar dari rumah (daring, red.) interaksi kita dengan guru sangat kurang. Kita hanya bisa berinteraksi melalui pesan-pesan di 'handphone' (seperti di Whatsapp, Google Classroom, red.) tanpa kita bertemu dan bertatap muka secara langsung," kata dia.

Dia mengaku rindu dengan teman sekolahnya, apalagi ketika belajar di kelas ada diskusi. Ia bisa berkomunikasi secara langsung untuk bertukar pikiran.
 
Ia juga merindukan suasana ketika jam istirahat pergi ke kantin lalu bersenda gurau bersama teman-temanya. Bahkan, ia juga merindukan ekspresi sosok guru yang marah namun mengandung maksud untuk mendidik anak-anak ke arah yang lebih baik.

Selama melakukan pembelajaran dari rumah, ia memiliki kisah tersendiri, baik senang maupun susah. Dari sisi senangnya, Marissa bersyukur belajar di rumah karena bisa terhindar dari penularan COVID-19 walaupun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Namun, katanya, susahnya, berupa ruang geraknya bersama teman-temannya yang terbatas, seperti ketika praktik harus membuat video mandiri di rumah dengan fasilitas yang terbatas.

Apalagi, ketika dirinya sedang belajar daring tiba-tiba listrik mati dan jaringan internet tidak stabil. Tentu hal itu menjadi penghalang dalam proses belajar mengajar, sedangkan materi pembelajaran hanya dikirimkan melalui video.

Ia berharap dan berdoa pandemi COVD-19 segera berakhir agar proses belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara tatap muka.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar