Di Sultra, positif COVID-19 bertambah menjadi 10.413 kasus

id positif, covid-19, virus, corona, sultra

Di Sultra, positif COVID-19 bertambah menjadi 10.413 kasus

Dokumentasi - Seorang warga Kota Kendari saat di sanksi push up akibat tidak me menggunakan masker ketika berada di luar rumah. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan jumlah warga terinfeksi SARS-CoV-2 di provinsi itu menjadi 10.413 setelah pada Kamis ini bertambah delapan orang.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Kamis, mengatakan perkembangan kasus COVID-19 hari terjadi penambahan delapan kasus positif baru.

"Hari ini delapan kasus positif dengan rincian masing-masing satu orang berasal dari Kabupaten Kolaka dan Muna, serta enam orang dari Kota Baubau," kata Rabiul.

Ia menyampaikan, terkait pasien sembuh hari ini tidak ada penambahan tetap tercatat sebanyak 9.850 orang.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi atensi dari semua pihak untuk terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
 
Data kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara per 29 April 2021. (ANTARA/HO-Satgas C0VID-19 Sultra)


Selain itu, terkait kasus meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan dan tetap tercatat 209 orang.

Sebaran kasus meninggal di Sultra di antaranya Kabupaten Kolaka Timur enam orang, Buton Tengah tiga orang, Kolaka Utara 13 orang, Buton 11, Muna 14, Konawe 20, Kolaka 15, Konawe Selatan 15, Bombana delapan orang.

Berikutnya Kabupaten Wakatobi dua orang, Buton Utara tujuh, Konawe Utara satu, Konawe Kepulauan satu, Muna Barat empat, Buton Selatan empat, Kota Kendari 59 dan Kota Baubau 26 orang.

Ia menekankan kepada semua pihak agar selalu disipin menerapkan protokol kesehatan, apalagi semua masyarakat belum secara keseluruhan mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

"Dengan masih adanya kasus penambahan positif baru maka penyebaran masih terjadi di daerah kita, oleh karena itu protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan penting untuk ditaati," ujar Rabiul.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar