Masyarakat Malang kembali dikejutkan gempa susulan

id Gempa Bumi,Gempa Malang,Gempa,Bencana Gempa Bumi,Kabupaten Malang kembali dikejutkan gempa,dikejutkan gempa susulan

Masyarakat Malang kembali dikejutkan gempa susulan

Seorang warga melintas di depan rumah yang rusak akibat gempa di Majangtengah, Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto).

Malamg, Jawa Timur (ANTARA) - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan kekuatan magnitudo 3,8 pada Selasa (13/4) pukul 19.37 WIB.

Berdasarkan laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa bumi terjadi di 88 kilometer barat data Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 29 kilometer.

Gempa terjadi pada koordinat 8.923 Lintang Selatan (LS), 112.44972 Bujur Timur (BT), tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia.

BMKG menyatakan bahwa gempa bumi yang terjadi pada Selasa malam tersebut, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Prigi, Kabupaten Trenggalek dengan skala II-III MMI, kemudian Tempursari, dan Ampelgading Kabupaten Malang, dengan skala II MMI.

Sebelumnya di Kabupaten Malang, juga telah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 pada Sabtu (10/4), kurang lebih pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang hingga Selasa (13/4), ada sebanyak 4.404 rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Dari total tersebut, sebanyak 1.925 rumah mengalami rusak ringan, 1.319 rumah rusak sedang, dan 1.160 rumah mengalami rusak ringan.

Sementara kerusakan lainnya adalah sebanyak 170 bangunan rusak, 64 rumah ibadah rusak, 12 fasilitas kesehatan rusak, dan 15 unit fasilitas umum lainnya juga mengalami hal serupa. Gempa bumi itu menyebabkan kerusakan di 29 kecamatan, dari total 33 kecamatan di Kabupaten Malang.

Selain itu, jumlah korban jiwa di Kabupaten Malang tercatat ada empat orang yang meninggal dunia, sementara 104 lainnya mengalami luka-luka.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar