Pasien COVID-19 yang sembuh di Sultra menjadi 9.188 orang

id kasus covid-19 di sultra per 26 Februari, covid-19 per 26 februari, kasus covid-19, sultra, corona sultra, covid-19 sult

Pasien COVID-19 yang sembuh di Sultra menjadi 9.188 orang

Tampak seseorang tidak menggunakan masker di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, sementara imbauan Gubernur Sultra Ali Mazi agar menerapkan protokol kesehatan 3M terpampang di atas pintu masuk yang dijaga oleh Satpol PP, Kendari, Jumat (26/2/2021). ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara menyampaikan sebanyak 9.188 warga di provinsi tersebut telah sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 setelah ada penambahan 23 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat, mengatakan pasien sembuh hari ini terbanyak dari Kota Kendari 19 orang, Kabupaten Buton Utara tiga orang dan masing-masing satu orang dari Bombana dan Buton.

"Hari ini pasien sembuh lebih banyak dari kusus positif baru. Untuk penambahan pasien positif baru hari ini ada 10 orang," kata Rabiul.

Ia memaparkan kasus positif hari ini berasal dari empat dari di antaranya Kota Baubau lima orang, Kota Kendari dan Buton Tengah (Buteng) masing-masing dua orang dan Kabupaten Konawe satu orang.

"Total kasus terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19 hingga hari ini di Sulawesi Tenggara sebanyak 10.020 orang," tutur dia.

Ia juga menyampaikan kasus meninggal akibat COVID-19 di provinsi tersebut tidak ada penambahan tetap tercatat 193 orang.

Sebaran 193 kasus meninggal di Sultra, yakni Kota Kendari 58 orang, Baubau 24 orang, Kabupaten Buton delapan orang, Muna 13 orang, Konawe 18 orang, Kolaka 14 orang, Konawe Selatan 15 orang, Bombana delapan orang, Wakatobi dua orang, Kolaka Utara 10 orang, Buton Utara tujuh orang, Konawe Utara satu orang.

Berikutnya, Kolaka Timur lima orang, Konawe Kepulauan satu orang, Muna Barat tiga orang, Buton Tengah dua orang, dan Kabupaten Buton Selatan empat orang.

Ia menyampaikan, meskipun saat ini disemua daerah 17 kabupaten/kota telah melakukan program penyuntikkan vaksinasi COVID-19, namun masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua masyarakat dalam menjalankan aktivitas agar menaati protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna memproteksi diri dari penularan COVID-19 dan menekan angka kasus di daerah itu.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar