BKKBN Sultra gelar workshop peningkatan kapasitas pengelola Pro-PN di Wakatobi

id Bkkbn

BKKBN Sultra gelar workshop peningkatan kapasitas pengelola Pro-PN di Wakatobi

Kabid Dalduk BKKBN Sultra, Mustakim, saat memberikan materi pada giat BKKBN di Wangiwangi, Wakatobi, Jumat. (foto Antara/Suparman)

Wangiwangi (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan atau Warkop peningkatan kapasitas pengelola proyek prioritas nasional (Pro PN) dan KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Wakatobi, Jumat.

Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang merupakan kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Petugas Lapangan PLKB yang berasal dari wilayah sasaran stunting di wilayah itu baik dari Wakatobi 1 yaitu kecamatan Wangi-Wangi Selatan maupun dari Wakatobi 2 yaitu Kecamatan Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Kegiatan peningkatan Kapasitas Pengelola Pro PN Promosi tersebut menghadirkan dua pemateri yakni Dr. H. Mustakim, M.Si dengan materi "Menjadi Orang Tua Hebat dalam Mengasuh Anak" kemudian Andi Astriyanti Umar, S.Psi, MM dengan materi utama Sosialisasi Modul BKB Emas serta praktek Penyuluhan BKB Emas.

Kabid Dalduk BKKBN Sultra, Mustakim, mengatakan BKB Emas merupakan salah satu wadah kelompok BKB yang menggunakan modul BKB Emas sebagai media untuk melakukan penyuluhan terhadap sasaran di wilayah garapan stunting.

"Intinya untuk mencegah terjadinya stunting pada anak khususnya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan yakni 270 hari dalam kandungan dan 730 hari sampai anak usia 2 tahun," katanya.

BKKBN kata Mustakim, kebagian tugas untuk menangani stunting dalam bentuk intervensi gizi sensitif yaitu berupa Pengasuhan 1000 HPK yang diberikan kepada orang tua dalam kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Penguatan program pembangunan keluarga melalui Program BKB.

"Program BKB tersebut antara lain dengan mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spritual, sosial dan moral dalam mempersiapkan generasi emas yaitu generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter," katanya.

Sementara itu, Andi Astriyanti Umar, S.Psi, MM, saat memberikan materi menyampaikan bahwa sasaran dan indikator dari Pro PN Stunting ini adalah keluarga yang memiliki bayi dua tahun (baduta) terpapar Pengasuhan 1000 HPK.

"Sedangkan target yang harus dicapai oleh kabupaten Wakatobi pada tahun 2020 ini adalah sebanyak 2.367 keluarga baduta harus terpapar Pengasuhan 1000 HPK," pungkasnya.

Untuk diketahui, terdapat kegiatan Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) yang dilaksanakan di Kabupaten Wakatobi sejak tanggal 06 Agustus 2020 dan dibuka langsung oleh Bupati Wakatobi, H. Arhawi. SE. MM, di gedung Wanita Wakatobi dengan didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Wakatobi serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Wakatobi.

Ketiga kegiatan tersebut adalah Pro PN Remaja yang bertemakan Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja pada kelompok PIK Remaja dan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) serta Pro PN Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) melalui BKB Emas.

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar