RS Bahteramas: Tidak ada pasien virus corona yang dirawat

id virus corona

RS Bahteramas: Tidak ada pasien virus corona yang dirawat

Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Sulawesi Tenggara, Sjarif Subijakto saat diwawancara, Senin. (Foto : ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sjarif Subijakto menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum merawat pasien yang terpapar oleh virus corona.

Hal itu disampaikan oleh Sjarif saat Rapat koordinasi kewaspadaan penyebaran penyakit pneumonia berat/corona virus (2019-nCoV) bersama pihak-pihak terkait, di Kendari, Senin.

"Sampai saat ini tidak ada satupun pasien yang suspect dicurigai terkena pneumonia berat atau corona virus ini yang kami rawat," tegasnya.

Sehingga, ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik untuk menghadapi kasus ini, tetapi harus tetap waspada kalau ada hal-hal yang dicurigai dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Yang pantas dicurigai adalah kalau ada pasien dengan gejala demam batuk, pilek, radang tenggorokan di fasilitas pelayanan kesehatan manapun, yang kedua adalah harus ada riwayat perjalanan ke daerah terpapar seperti Wuhan dan Singapura," jelasnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Andi Hasnah saat diwawancara, Senin (27/1/20). (ANTARA/Harianto)


"Riwayat dua minggu, 14 hari sebelumnya berpergian ke daerah yang terpapar, karena masa inkubasi selama 14 hari. Jadi kalau dua minggu riwayat perjalanan ke daerah yang terpapar, maka itulah yang perlu dicurigai," tambahnya.

Baca juga: Polda Sultra sebut tidak ada pasien suspek Virus Corona

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Andi Hasnah mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada yang terkena virus corona di Sultra, sehingga ia mengimbau masyarakat agar tidak panik.

"Masyarakat tetap waspada, terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke RS terdekat," ungkapnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar