Wali Kota Kendari didesak percepat masukan nama Cawawali ke DPRD

id Pilwawali Kendari

Wali Kota Kendari didesak percepat masukan nama Cawawali ke DPRD

Ketua fraksi PDIP DPRD Kota Kendari, Andi Silolipu. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tiga Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Sulawesi Tenggara, mendesak Wali Kota secepatnya memasukkan kedua nama Calon Wakil Wali (Cawawali) yakni Siska Karina Imran dan Andi Jaya Putra (AJP) ke DPRD.

Ketiga fraksi itu di antaranya Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI), Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) dan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua fraksi PDIP, Andi Silolipu, Selasa, mengungkapkan dengan adanya wakil wali kota maka DPRD bisa bersinergi, maka ia mendesak wali kota agar segera mengirim kedua nama calon wakil itu, sehingga DPRD bisa melakukan pemilihan.

"Harapan kami di fraksi tentunya agar dipercepat sehingga roda pemerintahan bisa berjalan dinamis dan stabil. Tanpa wawali, saya rasa pincang juga, karena semua bertumpuh pada sekretaris daerah," kata Andi.

Kedua, Ketua fraksi NasDem Abdul Razak, mengatakan karena wali kota merupakan bagian alur lewatnya surat dari putusan parpol pendukung, maka pihaknya minta kedua nama tersebut segera didorong ke DPRD Kendari untuk dilakukan proses pemilihan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kalau ada wakil tugas-tugas wali kota bisa berjalan maksimal dalam rangka menjalankan visi dan misi Pemkot. Fraksi Nasdem sangat berharap agar kiranya proses segera berjalan, karena seperti apapun kami persiapkan secara teknis di DPRD Kendari, intinya adalah surat dari pak Wali dulu yang masuk," katanya.

Senada dengan dua fraksi lainya, fraksi PAN juga mengharapkan hal yang sama, yaitu agar wali kota tidak menunda-nunda proses yang saat ini berjalan.

"Takutnya, sampai jabatan selesai, wakil tak kunjung ada, kan percuma selama ini DPRD melakukan pembentukan panitia Pilwawali, dan rapat-rapat. Kalau wali kotanya sendiri tidak menggubris," tutup.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar