Pengamat: Siska Karina Imran berpeluang menang di Pilwawali Kendari

id Pilwawali Kendari

Pengamat: Siska Karina Imran berpeluang menang di Pilwawali Kendari

Pengamat Politik Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr Najib Husain. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pengamat Politik dari Universitas Halu Oleo Kendari, Dr Najib Husain, menilai calon Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran diperkirakan sementara unggul dari lawannya Adi Jaya Putra (AJP) di Pemilihan Wakil Wali (Pilwawali) Kota Kendari.

Setelah beberapa fraksi di DPRD Kendari mulai lantang menyuarakan dukungannya kepada kandidat cawawali. Najib menilai, Siska mendapatkan dukungan lebih banyak dari AJP.

Najib di Kendari, Kamis, memaparkan beberapa fraksi yang memberikan dukungan kepada Siska, yakni Fraksi PAN (5 Kursi), Gerindra (4 Kursi) dan NasDem (4 kursi) sehingga secara keseluruhan Siska diperkirakan telah mendapatkan 13 suara.

"Sementara, AJP mendapatkan dukungan dari PKS (7 Kursi) dan Golkar (5 kursi) sehingga secara keseluruhan AJP sudah meraih 12 kursi. Simulasi sementara Siska Unggul 13 Kursi dan AJP 12 kursi dengan tanda petik suara Golkar yang diperkirakan bisa terpecah," katanya.

Menurut akademisi UHO ini, Siska hanya membutuhkan 5 suara untuk memenangkan pemilihan Wakil Wali Kota, sementara, AJP membutuhkan 6 suara. Sementara, lanjut Najib, dua fraksi lainnya DKI dan PDIP belum menentukan kemana arah dukungannya diberikan.

"Kemungkinan besar yang terjadi, bisa jadi partai yang tergabung di fraksi DKI (Demokrat, Perindo dan PKB) menjadi penentu," terangnya.

Baca juga: Adi Jaya Putra mengaku optimistis dapat dukungan penuh Golkar

Untuk Fraksi lainnya yang belum menentukan pilihan fraksi DKI dan PDIP. Najib menerangkan bahwa keputusan memilih siapa dapat diputuskan dengan melihat kandidat mana suaranya yang lebih unggul.

"Secara umum biasanya orang lebih memilih dari calon yang suaranya lebih banyak," tutupnya.

Untuk memenangkan pertarungan, kata Najib, Siska harus bisa mendapatkan lima suara lagi sehingga dapat memperoleh 18 suara dari 35 suara yang ada dengan melakukan lobi-lobi politik, begitupula dengan AJP untuk dapat meraih 6 suara.

"Pergeseran suara masih dapat terjadi. Disisi lain penentuan arah dukungan dapat terjadi saat penyampaian visi misi dengan melihat program kerja calon meskipun pengaruhnya tidak begitu signifikan," tutupnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar