Diperkirakan menguat hari ini, Rupah melemah jelang neraca perdagangan

id rupiah melemah,ekonomi dunia,kurs,dolar,perang dagang

Diperkirakan menguat hari ini, Rupah melemah jelang neraca perdagangan

Arsip - Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dollar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (28/3/2019). Pada penutupan perdagangan, Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia setelah ditutup melemah 0,25 persen ke level 14.243. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Kendari (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis, melemah menjelang rilis data neraca perdagangan Juli 2019.

Pada pukul 9.44 WIB, rupiah bergerak melemah 42 poin atau 0,29 persen menjadi Rp14.287 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.245 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Kamis, mengatakan rupiah diperkirakan menguat hari ini didorong kemungkinan surplusnya data neraca perdagangan Juli sebesar 300 juta dolar AS hingga 500 juta dolar AS akibat penurunan defisit migas.

"Kami memperkirakan surplus neraca perdagangan tersebut dapat menjadi katalis positif bagi rupiah hari ini," ujar Ahmad.

Baca juga: Perekonomian global diperkirakan melambat, Rupiah diprediksi melemah

Untuk indeks dolari, Ahmad memperkirakan dolar AS akan melemah terhadap yen dan euro. Pelemahan dolar ditopang oleh kekhawatiran investor akan terjadinya resesi ekonomi di AS dalam waktu dekat setelah imbal hasil obligasi AS mengalami inversi antara tenor jangka panjang 10 tahun dengan tenor jangka pendek 2 tahun.

"Inverted yield curve ini mendorong kekhawatiran di pasar akan prospek ekonomi AS tahun depan sehingga investor memilih yen sebagai aset safe haven," kata Ahmad.

Ia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.250 per dolar AS hingga Rp14.280 per dolar AS.

Baca juga: China dinilai manipulasi mata uang asing demi hilangkan persaingan
Baca juga: Terkait ancaman Trump, China berhenti beli produk pertanian AS
Baca juga: Ekonomi Indonesia tetap positif di tengah ketidakpastian global
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar