Kerja sama Sultra-Korea Selatan diharapkan tingkatkan ekonomi daerah

id Kerja sama Sultra-Korea diharapkan tingkatkan ekonomi daerah,tingkatkan ekonomi daerah,korea selatan,dprd sultra

Logo Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (Foto Antara/)

Kendari (Antaranews Sultra) - Upaya pemerintah Provinsi Sultra menjalin kerja sama dengan investor asal Korea Selatan diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi peningkatan ekonomi daerah secara menyeluruh melalui penciptaan lapangan kerja.

"Kami berharap kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan momerandum of understanding (MoU) antara Pemprov Sultra dengan pihak swasta asal Korea Selatan bisa memberi nilai tambah, terutama menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di daerah," kata anggota Komisi IV DPRD Sultra Hery Asiku di Kendari, Selasa.

Politisi Partai Golkar Sultra itu mengatakan, Sulawesi Tenggara membutuhkan investor untuk membuka lapangan kerja daerah serta meningkatkan pendapatan nasional yang dikenal dengan program penanaman modal asing langsung yang merupakan tujuan utama kebijakan pemerintah.

Belum lama ini Pemprov Sultra bersama dengan perusahaan swasta asal Korea Selatan menjalin kerja sama internasional di bidang pembangkit listrik energi terbarukan dan listrik tenaga air.

Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setda Provinsi Sultra, Harmin Ramba mengatakan, bentuk kerja sama yang dilakukan antara kedua negara itu, pihaknya langsung mendapat undangan khusus dari pihak perusahaan asing ke negaranya.

Ia mengatakan, kerja sama di Sultra diwujudkan melalui penanaman kayu kaliandra sebagai bahan bakar tenaga listrik. Nantinya, Pemprov akan melihat lebih dekat pabrik kayu yang dikonversi menjadi energi listrik di Korea Selatan.

"Kami dan beberapa pejabat di Sultra akan difasilitasi oleh pihak perusahaan Hyundai, yang terkenal dengan teknologi kelistrikan untuk melihat langsung keberhasilan program yang dilakukan di Korea Selatan," ujaranya.

Harmin menambahkan, agenda terbang ke negeri ginseng itu merupakan lanjutan dari kerja sama tentang pengembangan energi terbarukan.

"Informasinya bahwa di Korea Selatan, setiap industri energi harus menggunakan tiga persen energi terbarukan, makanya perusahaan melebarkan sayapnya ?di Asia khususnya di Indonesia dan Vietnam," tutur Harmin Ramba. (T.A056/B/N002/C/N002) 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar