Baubau (Antaranews SUltra) - Sebanyak empat daerah di Sulawesi Tenggara, mengikuti pelatihan pengembangan potensi pariwisata melalui pendekatan kerja sama antardaerah.
Pelatihan yang digelar di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, Selasa, selain dihadiri PKK dan Dekranas, juga enam SKPD terkait dari empat daerah yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan dan Kabupaten Wakatobi.
Provincial Coordinator Project NSLIC/NSElRED Sultra, Wa Ode Diah Fardilah Oba, mengatakan, potensi pariwisata khususnya di wilayah eks Kesultanan Buton cukup beragam dan memiliki daya tarik, sehingga diperlukan kemauan dan kerja sama antardaerah agar bisa berkembang lebih baik.
"Karena kalau jalan sendiri-sendiri kelihatan kurang kuat dan gaungnya kurang bagus, sehingga NSLIC/NSELRED berinisiatif untuk bagaimana menggalang kerja sama agar sektor pariwisata kita bisa lebih berkembang dengan baik," ujarnya.
Dikatakannya, kegiatan yang baru tahap awal itu nantinya dapat terus berjalan tergantung dukungan Pemda, karena pengembangan pariwisata ini kalau sudah dari kemauan dan keinginan bekerja sama pasti akan ada komitmen yang akan diformalkan.
"Makanya hari ini kita sebenarnya menggali informasi tentang apa kebutuhan-kebutuhan mereka dan kemudian bagaimana kita meramu menjadi satu rencana aksi yang kita harapkan bisa diluncurkan pada Oktober 2018," ujarnya.
Kegiatan pengembangan potensi pariwisata, kata dia, merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan peningkatan wisatawan nusantara dan wisata manca negara.
"Kita punya potensi cukup bagus. Contohnya Sail Buton Selatan, sebenarnya merupakan momen pintu masuk untuk kita mengambil manfaat dari kegiatan itu, tetapi kelihatan tidak terlalu terkordinasi. Oleh karena itu Buton yang merupakan eks kesultanan yang satu harus bisa memajukan," katanya.
Diah juga mengatakan, kehadiran Ny Agista Ali Mazi sebagai ketua TP-PKK Provinsi dan juga Ketua Dekranas Sultra karena pengembangan pariwisata perlu dukungan sektor penunjang yang salah satunya kerajinan-kerajinan daerah.
Baca juga: PKK Sultra minta kabupaten kota satukan ide
"Jadi kita mengharapkan kerajinan daerah, apalagi kita punya warisan sejarah yang sangat bagus harusnya lebih dikembangkan melalui dukungan Dekranas," ujarnya.
Sementara, Ketua Lembaga Kerjasama Antardaerah, Benjamin Abdurahman mengatakan, potensi pariwisata di eks kesultanan Buton sangat unik karena mempunyai latar belakang sejarah dan sosial budaya tinggi, termasuk alam yang luar biasa sehingga aspek tersebut sangat menjanjikan.
"Bila perbandingan dengan Bali, kita memiliki budaya yang cukup kuat, cuma kita perlu dikemas supaya bisa dijual. Termasuk budaya-budaya yang harus kita gali lebih dalam lagi untuk kita kembangkan, jadi saya lihat dua aspek itu yang sangat penting," katanya.
Dengan tema kegiatan kerja sama antardaerah, menurutnya, tidak perlu lagi berpikir kedaerahan, tetapi bagaimana mencapai kekuatan suatu daya saing secara kewilayahan.
"Jadi tidak sendiri-sendiri tetapi bersinergi satu sama lain, sehingga setiap program-program yang ada itu sinergis dan membangun suatu kekuatan kewilayahan," katanya.
(T.A056/B/H015/C/H015) 18-09-2018 12:51:10