Kendari (Antara News) - Selama beberapa tahun terakhir petugas di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, mengaku tak pernah lagi menemukan jejak satwa rusa di kawasan itu.
"Sudah cukup lama, kami dan teman-teman tidak lagi menemukan satwa rusa di kawasan itu," kata petugas TNRAW, Abral saat ditemui di arena pameran pembangunan di Kendari, Jumat.
Ia mengatakan, jejak lama satwa yang dilindungi sudah susah didapati. Apalagi jejak yang baru, sehingga hingga saat ini data jumlah rusa maupun satwa anoa yang masih mendiami wilayah itu sudah tidak diketahui.
Di Kawasan Taman Nasional RAW itu sempat hidup satwa rusa yang mencapai angka kurang lebih 45 ribu ekor di tahun 1999-2000.
Namun pada tahun 2001 hingga 2002, kawasan itu mulai dirambah (diserobot) masyarakat yang mengaku pemilik lahan. Sehinga pada saat ini satwa yang hidup dan berkembang biak di kawasan itu terancam sehingga banyak yang pindah tempat ke kawasan kabupaten Muna dan Kolaka.
Menurut Abral, meski satwa rusa yang sudah jarang dijumpai di kawasan itu, fungsi kawasan itu masih tetap terjaga karena aneka flora dan fauna lainnya masih cukup banyak di wilayah itu.
Sebagai contoh jenis flora yang masih terdapat di wilayah itu tercatat ada 540 jenis, diantaranya terdapat 72 jenis angrek yang dilindungi dan empat jenis flora yang dilindungi oleh hukum Indonesia.
Sementara untuk jenis fauna, berdasarkan hasil penelitian ada 301 jenis yang meliputi binatang mamalia, reptilia, binatang melata dan burung mencapai 218 jenis.
Kawasan TNRAW yang luasanya kurang lebih 105 ribu hektare itu berada pada empat wilayah kabupaten yakni di Konawe seluas (6.238 ha), Kolaka (12.824 ha), Konawe Selatan (40.527 ha) dan Bombana (45.605 ha).

