Sungai Balandete Kolaka Meluap Jalan Provinsi Amblas

id sungai

Sungai Balandete Kolaka Meluap Jalan Provinsi Amblas

Banjir di hulu Sungai Balandete menyebabkan amblasnya aspal jalan yang berada dibibir jembatan di wilayah Kolaka.(FOTO-ANTARA/Darwis Sarkani)

"Secepatnya Dinas Pekerjaan Umum akan memasang bronjong untuk mengantisipasi pengikisan air sungai dibantaran ketika banjir,"
Kolaka,  (Antara News) - Intensitas hujan yang turun selama beberapa jam membuat banjir di hulu sungai Balandete amblasnya sehingga aspal jalan yang berada dibibir jembatan itu sepanjang empat meter.

Bupati Kolaka Amir Sahaka, yang memantau langsung di jembatan balandete, Sabtu mengatakan, pihak Pekerjaan Umum (PU) harus melakukan perbaikan aspal di bibir jembatan itu tanpa harus menunggu anggaran.

"Pekerjaan ini sifatnya darurat dan harus segera dikerjakan meskipun ini jalan provinsi," katanya.

Menurutnya, akibat luapan air sungai itu selain membuat aspal yang berada di bibir jembatan amblas, air juga meruntuhkan tanggul yang berada di bibir sungai yang terjadi di beberapa titik.

"Secepatnya Dinas Pekerjaan Umum  akan memasang bronjong untuk mengantisipasi pengikisan air sungai dibantaran ketika banjir," ungkapnya.

Sementara itu kepala Dinas PU Kolaka Nasir Tahir ditempat yang sama menjelaskan runtuhnya jalan aspal yang berada kelurhan Balandete diakibatkan banjir yang terjadi Jumat 12/7 sore.

"Akibat terkikis oleh air sungai sehingga plat beton yang berada di bibir jembatan amblas sepanjang empat meter," katanya.

Amblasnya plat jembatan itu lanjut dia tidak mempengaruhi konstruksi jembatan sehingga pihaknya akan segera melakukan penimbunan jalan yang amblas akibat banjir itu.

"Kalau konstruksi jembatan masih sangat kuat dan tidak terpengaruh dengan amblasnya plat beton aspal di bibir jembatan," ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini, pemerintah akan mengambil langkah penanganan darurat untuk segera memperbaiki jalanan yang amblas agar masyarakat pengguna jalan bisa segera kembali melalui jalan tersebut.

Dengan kejadian itu jalan kendaraan yang melintas di wilayah itu terpaksa dialihkan utntuk menjaga kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan sambil melakukan penimbunan dan perbaikan.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar