Kendari (ANTARA) - Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah siap melayani pasien yang tercover melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan warga peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 1 Desember 2025.
Direktur RSJPDO Oputa Yi Koo Sultra Sukirman saat ditemui di Kendari, Jumat, menyampaikan bahwa pelayanan terhadap pasien bisa dilaksanakan setelah tahapan proses layanan di BPJS Kesehatan.
Tahapan itu, berupa kesiapan administrasi yang menjadi syarat BPJS menyediakan layanan kesehatan kepada RS Jantung Oputa Yi Koo.
"Jadi kami butuh waktu satu minggu ke depan ada proses ijin di BPJS, sehingga pelayanan mulai dilaksanakan 1 Desember nanti," kata Sukirman.
Ia mengatakan melalui MoU antara BPJS Kesehatan, maka RS Jantung Oputa Yi Koo sudah siap melayani pasien dengan keluhan penyakit, bukan hanya Jantung dan Stroke.
Sukirman menyampaikan meskipun RSJPDO memiliki pelayanan untuk pasien keluhan penyakit jantung dan saraf yang lengkap, Rumah sakit itu juga siap melayani pasien dengan penyakit lain.
Untuk itu, pihaknya meminta agar masyarakat yang ingin berobat di RSJPDO tidak perlu datang mengambil antrean namun juga bisa melalui aplikasi JKN Online.
"Kalau disini dokter dan nakes yang tersedia spesialis Jantung dan sarat, karena peralatannya lengkap," ucapnya.
Sukirman menjelaskan penandatanganan kerjasama dengan BPJS Kesehatan ini pula untuk memperluas akses layanan kesehatan jantung, pembuluh darah dan Urologi (saraf) yang menjadi layanan unggulan di RSJPDO Sultra.
Selain itu, upaya ini juga meningkatkan status RSJOPDO menjadi rumah sakit umum dan rujukan pasien dari RSUD daerah lain di Sulawesi Tenggara.
"Insya Allah tahun depan sesuai anjuran Kemenkes, RS Jantung menjadi rumah sakit umum kelas D, sehingga sehingga melayani semua layanan kesehatan untuk masyarakat khususnya pasien peserta BPJS Kesehatan," sebut Sukirman.
Ia menyampaikan adapun layanan unggulan yang sudah tersedia dan unggulan di RS Jantung Oputa Yi Koo seperti Poli Jantung, Poli Jantung Eksekutif, layanan Treadmill jantung, CT Scan jantung, bedah Kardiovaskuler.
Pelayanan itu, kata Sukirman, siap ditangani oleh dokter spesialis kompeten yang telah mengikuti pelatihan selama satu tahun di Korea.
"Kami juga sudah melayani pasien-pasien dengan keluhan penyakit jantung, seperti serangan jantung akut. Sehingga pasien tidak perlu lagi di rujuk ke luar daerah Sulawesi Tenggara," jelasnya.
Sukirman berharap dengan tersedianya layanan BPJS, semua warga yang terdata di JKN KIS bisa mendapat pelayanan kesehatan utamanya penyakit jantung.
Pihaknya berkomitmen agar mutu layanan kesehatan masyarakat terus meningkat melalui RSJPDO Sultra dan memberikan edukasi kualitas hidup pasien lebih baik.
Di tempat yang sama, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menambahkan, selain peningkatan pelayanan, dirinya meminta RSJPDO Sultra bisa menjadi rumah rujukan dengan fasilitas lengkap di Sulawesi Tenggara.
"Saya melihat semua fasilitasnya sudah memadai, jadilah rumah sakit yang membanggakan di Sulawesi Tenggara," ucap Andi Sumangerukka.
Meski begitu, Andi Sumangerukka meminta RSJPDO juga memperhatikan kesejahteraan para nakes dan tenaga medis. Menurutnya, pelayanan kesehatan di rumah sakit akan baik kalau ditunjang kesejahteraan bagi nakes.
"Selain itu, jangan ada lagi masyarakat yang sakit dan tidak mendapat pelayanan baik karena pasien BPJS, apalagi sampai ditolak rumah sakit," tegas Andi Sumangerukka.

