Di Sulteng, tujuh daerah berstatus waspada hujan lebat

id Hujan, BMKG, hidrometeorologi, nur alim, Sulteng, kemarau basah

Di Sulteng, tujuh daerah berstatus waspada hujan lebat

Ilustrasi- Warga memerhatikan arus air yang kian membesar di jalur bantaran sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (21/5/2022). ANTARA/Basri Marzuki

Palu (ANTARA) -
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh daerah di Provinsi Sulawesi Tengah berstatus waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi.

"Kemarau basah masih berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim yang dihubungi di Palu, Selasa.

Ia mengemukakan berdasarkan prakiraan cuaca, ketujuh daerah berstatus waspada tersebut, yakni Kabupaten Donggala, Tolitoli, Banggai, Sigi, Tojo Una-una, dan Morowali Utara.
 

Guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, lanjutnya, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi hidrometeorologi."Jangan sampai berlebihan, dalam artian jangan sampai mempengaruhi psikologis, karena bisa membahayakan diri sendiri," ujar Alim.

Menurut BMKG, kemarau basah fenomena lumrah terjadi di Sulteng, hanya saja terkadang diikuti dengan dampak yang ditimbulkan pada daerah rawan longsor dan banjir, salah satunya adalah Kabupaten Sigi. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, daerah tersebut mengalami banjir bandang diakibatkan faktor lingkungan.

"Di Kecamatan Dolo Selatan dan Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi memiliki riwayat banjir bandang dan tanah longsor. Oleh karena itu, warga di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi perlu meningkatkan mitigasi secara mandiri agar tidak menimbulkan korban jiwa," tutur Alim.

Ia mengimbau warga untuk memanfaatkan informasi prakiraan cuaca yang dirilis BMKG supaya selalu terpantau dan tidak termakan informasi bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
 

Informasi peringatan dini cuaca selalu diperbaharui untuk jangka waktu tiga hari, tujuh hari hingga sebulan ke depan."Bagi pengguna jalan yang sering melintas di jalur pegunungan harus memperhatikan kondisi cuaca serta menghindari melakukan perjalanan malam hari, sebab jalur lereng gunung  berpotensi terjadi longsor saat diguyur hujan berjam-jam," kata Alim.

Sementara itu dari Sulawesi Tenggara dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi di 11 daerah di provinsi ini.

Prakirawan BMKG Sultra Fezal Habibie mengatakan 11 daerah berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada hari ini yakni di Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Bombana, Muna, Muna Barat, Buton Utara dan Kota Kendari.

"Peringatan dini cuaca di wilayah Sultra di 11 daerah tersebut berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," katanya.

Fezal menjelaskan di Kabupaten Kolaka potensi hujan lebat dapat terjadi di Kecamatan Pomalaa, Watubangga, Tanggetada, Polinggona yang dapat meluas ke Wundulako, Kolaka, Wolo, Baula, Latambaga, Samaturu, dan Toari.

Kemudian di Kabupaten Kolaka Timur potensi hujan lebat dapat terjadi di Kecamatan Tirawuta, Loea, Ladongi, Poli Polia, Lambandia, Tinondo, Aere, Dangia yang dapat meluas ke Lalolae, Mowewe, Uluiwoi, dan Ueesi.

Di Kabupaten Konawe potensi hujan lebat dapat terjadi di Kecamatan Lambuya, Uepai, Onembute yang dapat meluas ke Unaaha, Wawotobi, Pondidaha, Sampara, Abuki, Soropia, Tongauna, Latoma, Puriala, Wonggeduku, Besulutu, Bondoala, Anggaberi, Meluhu, Amonggedo, Asinua, Konawe, Kapoiala, Lalonggasumeeto, Padangguni, Morosi, Anggalomoare, Wonggeduku Barat, Anggotoa, dan Tongauna Utara.

Di Kabupaten Konawe Selatan potensi hujan terjadi di Kecamatan Tinanggea, Angata, Andoolo, Palangga, Landono, Lainea, Konda, Ranomeeto, Kolono, Moramo, Laonti, Lalembuu, Benua, Palangga Selatan, Mowila, Moramo Utara, Buke, Wolasi, Laeya, Baito, Basala, Kolono Timur, Andoolo Barat yang dapat meluas ke Ranomeeto Barat, dan Sabulakoa.

Lalu di Kabupaten Konawe Utara potensi hujan dapat terjdi di Kecamatan Lasolo, Lembo yang dapat meluas ke Molawe, Sawa, Andowia, Motui. Kemudian di Kabupaten Konawe Kepulauan potensi hujan dapat terjadi di Kecamatan Wawonii Barat, Wawonii Utara, Wawonii Timur Laut, Wawonii Timur, Wawonii Tenggara, Wawonii Selatan, dan Wawonii Tengah.

Selanjutnya di Kabupaten Bomana potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di Kecamatan Rarowatu Utara, Lantari Jaya, Mata Usu yang dapat melus ke Poleang, Poleang Timur, Rarowatu, Rumbia, Poleang Barat, Mata Oleo, Poleang Utara, Poleang Selatan, Poleang Tenggara, Kabaena Utara, Rumbia Tengah, Poleang Tengah, dan Tontonunu.

Di Kabupaten Muna, potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di Kecamatan Napabalano, Maligano, Lasalepa, Batalaiwaru, Batukara yang dapat meluas ke Wakorumba Selatan, Katobu, Duruka, Lohia, Watopute, Kontunaga, dan Tongkuno.

Di Kabupaten Muna Barat potensi hujan lebat terjadi di Kecamatan Napano Kusambi yang dapat meluas ke Sawerigadi, Barangka, Lawa, Kusambi dan sekitarnya. Lalu di Kabupaten Buton Utara potensi hujan terjadi di Kecamatan Kulisusu, Kulisusu Barat, Kulisusu Utara, Wakorumba Utara yang dapat meluas ke Bonegunu.

"Kemudian di Kota Kendari potensi hujan dapat terjadi di wilayah Kecamatan Baruga, Poasia, Kendari Barat, Abeli, Puuwatu, Kambu, Nambo dan sekitarnya," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Tujuh daerah di Sulteng berstatus waspada hujan lebat
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2022