Konawe Selatan berpeluang pertahankan pengembangan kelapa

id kelapa

Konawe Selatan berpeluang pertahankan pengembangan kelapa

Salah seorang petani di Konawe saat mengupas kelapa dengan memisahkan sabut dengan batok kelapa untuk kemudian dijadikan kopra. (Foto ANTARA/Dok-Disbunhorti

Kendari (ANTARA) - Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra)  hingga saat ini masih berpeluang mempertahankan sebagai salah satu kabupaten yang memiliki areal perkebunan yang luas khususnya tanaman kelapa dalam/lokal (tall coconut) aupun kelapa hybrida (hybrida coconut).

Data Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra yang diterima, Senin menyebutkan. untuk tanaman kelapa lokal mencapai 4.954 hektare yang tersebar pada 25 wilayah kecamatan di Konsel dengan jumlah petani yang terlibat dalam perkebunan itu sebanyak 15.658 orang.

Kadis Perkebunan Sultra La Haruna, melalui Kabid Perkebunan Ihlas Landau menyebutkan, selain perkebunan kelapa lokal yang sudah berproduksi puluhan tahun, juga kelapa hybrida yang mulai dikembangkan di era  tahun 90-an itu berjumlah 2.102 hektare yang tersebar pada 5-7 kecamatan, wilayah Konawe Selatan kini menjadi daerah penghasil kopra terbesar dibanding kabupaten kota di Sultra.

Menurut Ilhas, tanaman kelapa lokal yang dikembangkan masyarakat  di Konawe Selatan itu produksinya baru mencapai 3.650 ton sekali panen dengan rata-rata produksi dalam hektare mencapai 700- 900 kilogram per sekali musim panen.

"Kalau kelapa hybrida, produksi justru lebih besar ketimbang dengan kelapa lokal. Produksi kelapa hybrida yang dihasilkan petani rata-rata mencapai 1.200 kg hingga  1.450 kg sekali panen," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak dulu, wilayah Konawe Selatan  sangat prospek pengembangan sektor perkebunan baik tanaman jangka panjang maupun tanaman musiman khususnya hortikultura seperti sayuran (cabe, maupun kacang-kacangan) dan buah-buahan.

Khusus cabe rawit pada 2020 lalu, petani menghasilkan 6,9 ton per hektare dengan area 152 hektare.  Artinya bila dikalkulasikan 1.048 ton. Ini sudah surplus. Karena kebutuhan cabe di daerah itu hanya 800 ton.

"Bagaimana dengan jenis buah-buahan lainnya, Konawe Selatan dengan penduduk saat ini 315 ribu jiwa lebih, merupakan wilayah dengan penduduk lebih 65 persen adalah bergerak pada sektor perkebunan dalam arti luas," tuturnya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021