Logo Header Antaranews Sultra

Direktur MIND ID apresiasi pengelolaan proyek hilirisasi PT Vale di Pomalaa

Jumat, 2 Januari 2026 20:31 WIB
Image Print
Direktur MIND ID Tedy Badrujaman saat berkunjung di IPIP Kolaka. (ANTARA/HO-PT Vale)

Kendari (ANTARA) - Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID) Tedy Badrujaman mengapresiasi pengelolaan dan kemajuan pembangunan proyek hilirisasi nikel PT Vale Indonesia Tbk di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Apresiasi tersebut disampaikan Tedy saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), dengan meninjau langsung Pelabuhan Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL).

“Jujur saya cukup terkejut melihat progres pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri sejumlah peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy di Pomalaa, Kamis.

Ia menilai proyek HPAL PT Vale menunjukkan kemajuan yang pesat dan terencana dengan baik, baik dari sisi kesiapan peralatan maupun kemitraan strategis yang dibangun. Menurutnya, proyek tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“PT Vale memiliki cadangan nikel limonite yang sangat besar. Dari sisi peralatan dan mitra, persiapannya saya lihat sangat baik. Saya optimistis proyek ini bisa diselesaikan sesuai target,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Tedy juga mengapresiasi komitmen PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practices) serta disiplin kepatuhan terhadap ketentuan perizinan dan keselamatan kerja. Ia menilai pendekatan kehati-hatian yang diterapkan perusahaan mencerminkan tata kelola proyek yang kuat dan bertanggung jawab.

“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Sejumlah fasilitas utama dan infrastruktur pendukung proyek HPAL di Pomalaa saat ini telah terpasang, termasuk struktur awal proses, utilitas pendukung, serta sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan teknis proyek untuk melanjutkan tahapan pengembangan berikutnya.

Proyek hilirisasi nikel IGP Pomalaa merupakan investasi strategis jangka panjang yang ditujukan untuk menciptakan nilai tambah sumber daya mineral, memperkuat rantai pasok industri nikel nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat regional dan nasional.

Seluruh tahapan pengembangan proyek tersebut dijalankan dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta standar keselamatan dan tata kelola internasional.

Ke depan, PT Vale menyatakan akan terus menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko guna mendukung pengembangan industri nikel nasional yang berdaya saing global dan berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026