Kendari (ANTARA) - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menunjukkan dampak nyata dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pertanian.
Seorang petani di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Laode Andri Irawat (40), berhasil mengembangkan usaha tanaman hidroponik hingga mampu mempekerjakan puluhan tenaga kerja berkat dukungan pembiayaan KUR.
Andri merintis usaha hidroponik sejak akhir 2018 dengan modal awal pinjaman KUR BRI senilai Rp10 juta.
Ia mulai menanam berbagai jenis sayuran seperti selada, pakcoy, kailan, dan selada putih. Berkat konsistensi dan dukungan pembiayaan yang terus meningkat, pada 2024 pinjaman KUR yang diterimanya mencapai Rp400 juta.
Kini, usaha hidroponik miliknya mempekerjakan 30 orang, terdiri atas 12 pekerja di greenhouse dan 18 tenaga pemasaran.
“Permintaan semakin besar, apalagi dengan adanya program pemerintah makan bergizi gratis. Peran UMKM seperti kami juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan produksi,” ujar Andri dalam keterangan resmi diterima Jumat (2/1)
Dari 10 unit farm hidroponik yang dikelolanya, ia mampu menghasilkan hingga 10 ton sayuran per bulan dengan omzet mencapai Rp250 juta.
Produk hidroponik Andri tidak hanya dipasarkan ke hotel, restoran, dan ritel modern, tetapi juga mulai masuk ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Pemimpin Cabang BRI Kendari Samratulangi, Evan Erlangga menegaskan pihaknya terus mendorong pemanfaatan KUR di Sulawesi Tenggara, tidak hanya bagi UMKM sektor perdagangan, tetapi juga pertanian, perikanan, dan sektor usaha lainnya.
“Yang semula hanya bekerja berdua, kini bisa mempekerjakan belasan orang dan bermitra dengan petani lain. Ini contoh sukses KUR dalam menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan UMKM,” katanya.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Sultra mencatat realisasi penyaluran KUR di Sulawesi Tenggara mencapai Rp3,36 triliun.
Dari jumlah tersebut, BRI menjadi penyalur terbesar dengan nilai Rp2,18 triliun, disusul Bank Mandiri Rp735,3 miliar dan BPD Sultra Rp164,3 miliar.
Dengan dukungan KUR, BRI berharap UMKM di Sulawesi Tenggara dapat naik kelas dan berdaya saing, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

