Lagu "Separuh Aku" NOAH ramaikan upacara penutupan PON Papua

id PON Papua,Noah,penutupan PON,upacara penutupan

Lagu "Separuh Aku" NOAH ramaikan upacara penutupan PON Papua

Kelompok musik NOAH tampil menghibur penonton saat upacara penutupan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021) malam. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj.

Jayapura (ANTARA) -
Lagu berjudul "Separuh Aku" yang dibawakan grup band NOAH dengan vokalisnya Ariel turut meramaikan upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Jumat malam WIT.

Penonton yang kebanyakan kalangan milenial dan anak muda begitu antusias bernyanyi dan bergoyang bersama mengikuti alunan lagu yang dinyanyikan Nazril Irham, nama asli Ariel NOAH.

Atlet dan ofisial yang berada di dalam lapangan Stadion Lukas Enembe pun tak malu-malu menunjukkan rasa bahagia dan kegembiraannya mengikuti upacara penutupan pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Lampu-lampu dari telepon seluler satu per satu dinyalakan penonton dari tribun stadion. Semarak lampu warna-warni menambah ramai suasana Jumat malam di stadion yang memiliki nama sama dengan kepala daerah di provinsi ujung timur Indonesia tersebut.

"Huwahhh, Ariel..Ariel...Ariel .. lagi .. lagi .. PON Papua keren," kata David, seorang penoton yang melonjak-lonjak sambil ikut menyanyikan salah satu lagu NOAH.

Sebanyak lima lagu ditampilkan NOAH untuk menghibur ribuan penonton di Stadion Lukas Enembe. Lagu berjudul "Buka Dulu Topengmu" akhirnya menjadi alunan terakhir yang dinyanyikan grup band asal Ibu Kota Jakarta itu.

"Semua tangan di atas, mari buat tepukan paling hebat di Papua," kata Ariel di sela-sela lagu penutup.

Upacara penutupan di Stadion Lukas Enembe diwarnai letupan kembang api dan sorak sorai penonton yang semua bahkan rela bertahan di bangkunya masing-masing hingga ujung acara.

PON XX Papua yang berlangsung sejak 2 Oktober 2021 secara resmi ditutup Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021