Kendari (ANTARA) - Proyek pembangunan Bendungan Ladongi, sebagai salah satu proyek strategi nasional di Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dibangun tahun 2016 hingga berakhir pada tahun 2021 (multi years) progresnya sudah mencapai 94 persen.
"Dalam waktu satu bulan ke depan, bendungan akan mengisi air atau imponding sebagai uji coba sebelum dimanfaatkan untuk mendukung produksi pertanian secara berkelanjutan di wilayah itu," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I Bendungan Ladongi Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV, Iping Mariandana Alwi di Kendari, Jumat.
Menurut Iping, pembangunan bendungan yang melibatkan perusahaan BUMN PT Hutama Karya (persero) bekerja sama dengan kontraktor swasta PT Bumi Karsa KSO bertujuan mengoptimalkan potensi aliran Sungai Ladongi sebagai sumber daya air di Kabupaten Kolaka Timur.
"Bendungan Ladongi ini akan menahan aliran Sungai Ladongi dengan kapasitas daya tampung 45,2 juta meter kubik dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektare (ha)," ujanya.
Bendungan itu, lanjut dia, air yang tertampung akan dimanfaatkan untuk mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 ha secara kontinu di Kabupaten Kolaka Timur.
Bendungan ini juga berfungsi menyalurkan air saat musim kemarau guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut.

Manfaat lain kata Iping, Bendungan Ladongi juga memiliki fungsi sebagai sumber air baku sebesar 0,12 meter kubik/detik serta potensi sumber pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW dan pariwisata yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.
"Jadi bendungan ini tidak hanya sekadar untuk pertanian di Kabupaten Koltim, tetapi juga berfungsi sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Sungai Ladongi dengan menahan air yang berlimpah saat musim hujan yang diperkirakan sebesar 132,25 meter kubik/detik," sebutnya.
Terkait masalah biaya yang terserap pada proyek strategi nasional (PSN) itu, bersumber dari APBN melalui skema kontrak tahun jamak periode 2016-2021 senilai Rp1,14 triliun lebih.
"Yang pasti bahwa proyek nasional ini ada 13 di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Bendungan Ladongi. Kita harapkan peresmiannya akan dilakukan Presiden RI pada Oktober 2021 mendatang," harapnya.

