Ditangkap, anggota DPRD Palembang jadi aktor intelektual peredaran narkoba

id Anggota dprd palembang narkoba, dprd palembang, bnn tangkap anggota dprd palembang, dprd,Bnn sumsel, ditresnarkoba sumse

Ditangkap, anggota DPRD Palembang jadi aktor intelektual peredaran narkoba

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Jhon Turman menemui awak media terkait dengan penangkapan seorang anggota DPRD Palembang, Selasa (22-9-2020). ANTARA/Aziz Munajar

Palembang (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional menangkap oknum anggota DPRD Kota Palembang berinisial D yang diduga menjadi aktor intelektual peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

D diamankan tim gabungan BNN dibantu BNNP Sumsel dan Ditresnarkoba Polda Sumsel, Selasa pagi.

Dijelaskan pula bahwa D diamankan bersama lima orang lainnya dalam penggerebekan di Jalan Riau Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Jhon Turman Panjaitan kepada awak media membenarkan jika D merupakan anggota DPRD Kota Palembang.



Dari penangkapan tersebut, kata dia, diamankan 5 kilogram sabu-sabu dan ribuan pil ekstasi yang belum dihitung.

Hingga saat ini BNN masih melakukan pendalaman.

"D merupakan aktor intelektualnya," kata Jhon Turman Panjaitan.

Pada penggerebekan di ruko usaha laundry milik D itu diamankan empat laki-laki dan dua wanita yang diduga menjadi kurir.

Penggerebakan itu, kata dia, merupakan hasil pengembangan penangkapan seorang kurir narkoba di kawasan Musi II Palembang pekan lalu yang diamankan dari dalam Bus PO Pelangi, dia juga menyebut pengusaha bus itu sudah diamankan terkait dengan kasus narkoba.

Brigjen Pol. Jhon menjelaskan bahwa D diduga sebagai bandar yang memasarkan narkotika di wilayah Palembang dan sekitarnya. D mendapat pasokan barang haram tersebut dari Aceh.



Selain pendalaman barang bukti, pihaknya juga akan mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) karena D diduga sudah 1 tahun terakhir mengedarkan narkotika dan menjadi incaran petugas.

"Direktur TPPU BNN nanti datang ke sini (Palembang) untuk menyelidikinya," kata Jhon.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar