Dispora Sultra sebut tak ada perayaan fisik peringatan Haornas 2020

id Hari Olahraga Nasional 2020

Dispora Sultra sebut tak ada perayaan fisik peringatan Haornas 2020

Plt.Kadis Pemuda dan Olahraga Sultra, Azhar. (Foto ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa tidak ada kegiatan fisik atau olah raga dalam memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ditetapkan setiap tanggal 9 September.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Sultra, Azhar di Kendari, Rabu, mengatakan peringatan Haornas tahun 2020 tidak diadakan kegiatan fisik ataupun lomba olahraga demi mencegah penyebaran COVID-19, dan semuanya hanya dipusatkan secara virtual di Cibubur yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Kita tidak ada kegiatan yang sifatnya fisik kegiatan olahraga tidak ada. Yang ada peringatan terpusat itu ada di Cibubur yang akan dilangsungkan secara virtual nanti  malam pukul 19.30 Wita di Rujab Gubernur Sultra bersama gubernur dan forkompimda," kata Azhar, saat diwawancara via telepon selulernya.

Azhar menjelaskan peringatan Haornas pada tahun 2020 dilaksanakan dengan tiga tema utama, yakni pertama sport science, kedua sport toursm, dan ketiga sprort industry.

"Sport science itu artinya sekarang olahraga itu harus seperti apa, harus menyesuaikan dengan iptek atau ilmu pengetahuan dan teknologi. Selanjutnya sport tourism, artinya olahraga dijalankan bersamaan dengan kegiatan turis, bisa dengan sambil wisata.

Kemudian, lanjut dia, sport Industry atau industri olahraga harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di tengah-tengah masyarakat seperti layaknya home industry.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap atlet tidak boleh melupakan sejarah dari makna Hari Olahraga Nasional yang berangkat dari Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama yang lahir di Solo pada tanggal 6 sampai 12 September 1948.

"Gaungnya saat ini adalah menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19 karena kita tetap harus menjaga situasi dan kondisi yang saat ini juga masih belum bisa dikatakan sudah normal," ungkapnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar