BNN Sultra ajak karang taruna dan dasa wisma perangi narkoba

id BNN

BNN Sultra ajak karang taruna dan dasa wisma perangi narkoba

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya saat memakaikan pin penggiat narkoba kepada peserta workshop pengembangan kapasitas P4GN dilingkungan masyarakat, di Kendari, Rabu. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggandeng komponen masyarakat karang taruna dan dasa wisma perwakilan kelurahan yang ada di Kota Kendari untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkoba.

Kepala BNN Sultra, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, mengatakan selain karang taruna dan dasa wisma pihaknya juga melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) khususnya di Kota Kendari.

"Bagaimana kita menciptakan situasi yang aman, karena tidak ada satupun daerah yang bebas dari narkoba sehingga kita mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama-sama dengan kami melaksanakan P4GN," kata Ghiri Pada workshop pengembangan kapasitas P4GN di lingkungan masyarakat, di Kendari, Rabu.

Menurut Ghiri, komponen masyarakat mempunyai peran strategis dan sangat penting dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan desa/kelurahan dalam mewujudkan Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

 
Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya bersama peserta workshop pengembangan kapasitas P4GN dilingkungan masyarakat, di Kendari, Rabu. (ANTARA/Harianto)


"Yang terpenting adalah ada keberanian, kepercayaan. Ketika ada pengedar di daerahnya, ada pengguna mereka membujuk untuk merehabilitasi, Tapi kalau ada pengedar mereka mau lapor (ke BNN atau ke Polda)," tutur Ghiri.

Melalui warkshop ini, kata dia, ecara efektif dan efisien untuk menggerakkan dan mengembangkan potensi masyarakat tentang P4GN sehingga tercipta lingkungan masyarakat bersih dari narkoba dan prekursor narkotika.

"Mereka (komponen masyarakat) punya komunitas di lingkungannya, jadi ketika ada pengguna atau pengedar mereka langsung melapor," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar