Kendari-BPS integrasikan sensus penduduk dengan program LAIKA

id Laika

Kendari-BPS integrasikan sensus penduduk dengan program LAIKA

Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir (Baju tenun merah) bersama Kepala BPS Kota Kendari, Ny Martini (jilbab). (Foto ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara  merancang kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk program yang disiapkan bagi setiap kelurahan terkait data kependudukan yang dinamai Layanaan Aplikasi Kendari (LAIKA)

"Rencana ini sedang dibahas antara Pemko Kendari dan BPS guna memudahkan bagi seluruh masyarakat untuk mencari layanan masalah kependudukan," kata Wali Kota Kendari, Sulkarnaien Kadir, di Kendari, Senin.

Sulkarnain mengungkapkan pentingnya mengintegrasikan dua program yang sama-sama mengurus masalah kependudukan adalah hal yang sangat baik dan tepat, guna memberikan layanan yang maksimal bagi masyarakat dan tak kala pentingnya bisa menghemat biaya dan waktu.

"LAIKA ini adalah sistim informasi manajemen administrasi kependudukan yang ada di kelurahan, bertujuan mempermudah kinerja pelayanan di 65 kelurahan dan 11 kecamatan . Begitu juga sensus penduduk yang membutuhkan data kependudukan dari kelurahan dan kecamatan," ujarnya.

Dengan demikian, data ini sama-sama menggunakan aplikasi online, sehingga akan mempermudah pelayanan, masyarakat agar bisa akses dilaman Web akses LAIKA dan sensus penduduk. Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot lagi ke kantor kelurahan maupun ke kecamatan.

Sementara, Kepala BPS Kota Kendari, Martini, menyambut baik langka Pemkot Kendari yang akan mengintegrasikan data sensus penduduk dan program LAIKA.

Menurut Martini, BPS akan membantu Pemkot dalam pembinaan baik pada petugas di kelurahan maupun di kecamatan tentang data kependudukan.

"Dengan demikian, apapaun yang dibutuhkan di kelurahan, semua data sudah siap dan valid berdasarkan meteodologi stataistik yang digunakan. Makanya tidak salah bila nanti ada data kelurahan statitisk yang keakuratannya dijamin benar," tutupnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar