Dua bayi lahir di tempat pengungsian banjir Konawe

id banjir konawe,pengungsi konawe

Bayi yang lahir di tenda pengungsian (Foto: dokumentasi Puskesmas Pondidaha).

Konawe (ANTARA) - Dua orang ibu yang mengungsi akibat banjir di daerah Kabupaten Konawe,  melahirkan bayinya di tempat pengungsian di posko kesehatan SMAN 1 Pondidaha, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bayi pertama yang lahir atas nama Eva Sarnasia, lahir pada Jumat tanggal 14 Juni 2019, pukul 01.00 wita, berat badan 3.5000 gram, panjang 50 cm, puteri dari pasangan Rika dan Asman, asal Desa Wonua Monapa.

Kepala Puskesmas Pondidaha, Esti Saranani, Selasa mengatakan arti nama Eva Sarnasia, yaitu kepanjangan dari evakuasi basarnas Indonesia.
 

Bayi kedua yang lahir di tenda pengungsian (Foto: dokumentasi Puskesmas Pondidaha).

Sementara bayi kedua atas nama Muh. Salman Sar Syawal (Sarboy), anak kedua dari pasangan Sarlinda (25) dengan Salama (33), berat badan 3,700 gram, panjang 45 cm yang lahir pada hari Selasa (18/6) pukul 10.27 wita di posko kesehatan SMAN 1 Pondidaha.

Nama itu, lanjut Esti Saranani, diberikan oleh guru SMP di kecamatan tersebut yang artinya anak laki-laki yang terselamatkan pada bulan Syawal yang dievakuasi oleh tim Basarnas.

"Nama itu diberikan oleh guru di SMP sini, yang artinya anak laki-laki yang diselamatkan oleh tim Basarnas pada bulan Syawal," kata Esti.

Pasangan suami istri ini, lanjut Esti, sudah berada di tenda pengungsian sejak banjir melanda rumah mereka, Selasa, (11/6) lalu.

"Pasangan suami istri ini, berasal dari Desa Wonua Monapa, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe yang dievakuasi oleh Basarnas sejak Selasa 11 Juni lalu," tambah Esti.

Dalam proses persalinannya, kedua pengungsi tersebut dibantu tim kesehatan di posko pengungsian yang diarahkan langsung oleh kepala Puskesmas Pondidaha, Esti Saranani.

Esti berharap, banjir bisa segera reda sehingga semua pengungsi bisa kembali ke desanya untuk membenahi rumahnya yang habis terendam banjir. 
 

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar