Di Kendari, gas dan bawang merah jadi rebutan di pasar murah

id pasar murah

Ilustrasi - Masyarakat antre belanja di pasar murah saat Ramadhan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

Kendari (ANTARA) - Kegiatan pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga yang dimulai sejak 13 Mei 2019, dua komoditas yang menjadi serbuan konsumen yakni tabung gas 3 kilogram dan bawang merah.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Kendari, Ida Rianti, di Kendari Rabu, mengungkap jelang hari raya idul fitri 1440 hijriah, pemerintah Kota Kendari menggelar pasar murah di 12 titik pada 11 wilayah kecamatan dan akan berakhir pada 28 mei 2019 mendatang.

"Pengamatan kami selama berlangsung dua hari kegiatan pasar murah, yang banyak pembelinya adalah tabung gas yang disediakan dari Depot Pertamina dan bawang merah yang dijual Bulog Sultra," ujar dia.

Ida menjelaskan, tabung gas LPG dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pertamina yakni Rp17.900 pertabung, sedangkan bawang merah dijual dengan harga Rp30.000 perkilogram atau selisih 10 sampai 15 ribu ribu rupiah dengan harga di pasar tradisional

Ia mengatakan, selain gas LPG 3 Kilogram dan bawang merah, jenis sembako lain yang ramai diminati dalam pasar murah tersebut adalah beras dari berbagai jenis, gula pasir di bawah harga eceran tertinggi, tepung terigu dan minyak goreng yang dijual oleh Perusahaan Perdagangan Indonesia.

"Kita juga siapkan penjualan per paket. Dalam satu paket sembako senilai Rp80.000, namun bagi warga yang sudah memegang kupon, cukup membayar dengan harga Rp50.000 atau telah disubsidi pemerintah sebesar Rp30.000," ujarnay.

Ditambahkannya, lebih dari 5.000 kupon sembako murah telah disalurkan kepada warga yang kurang mampu.

"Harapan kita dengan pemberian kupon khusus bagi mereka yang berhak menerimanya bisa membantu beban ekonomi mereka, apalagi dalam suasana bulan suci Ramadhan berbagai kebutuhan pokok sudah lebih awal naik sebelum masuk puasa," tutupnya.***1***

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar