Logo Header Antaranews Sultra

Harga kopra turun akibat hujan

Selasa, 30 April 2019 17:20 WIB
Image Print
Arsip - Petani saat memilah (menyortir) buah kelapa hasil panen di Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: M.Tohamaksun) (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: M.Tohamaksun/)

Kendari (ANTARA) - Petani pengumpul di Kendari mengaku bahwa selama hujan turun dengan intensitas sedang dan ringan, menyebabkan harga komoditas kopra di beberapa tempat penjualan mengalami penurunan

Keterangan dari petugas pengelola pencatat harga komoditi perkebunan di Kendari, Selasa, rata-rata kopra di masing-masing penjualan harganya turun antara Rp250 hingga Rp500 per kilogram.

Di tingkat petani produsen misalnya, pada minggu terakhir di bulan April kini seharga Rp6.000 yang sebelumnya Rp6.500 per kilogram dan di tingkat pedagang pengumpul Rp6.500 yang sebelumnya Rp7.000 per kilogram dan harga di tingkat pedagang antar daerah tetap pada kisaran Rp7.500 per kilogram.

"Pada awal 2019 sempat mengalami penguatan hingga pada kisaran Rp8.000 per kilogram, tapi turun beberapa kali lagi di akhir bulan ini yang disebabkan kadar air kopra itu tinggi menyebabkan harga turun," kata Petugas Pengelola Informasi Pasar Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Adnan Jaya.

Ia mengatakan, adanya kecenderungan harga kopra turun disebabkan faktor cuaca hujan yang belakangan ini cukup tinggi, menyebabkan kualitas kopra (kadar air-red) tinggi yang berdampak pada turunnya harga.

Menurut dia, turunnya harga kopra cukup dirasakan bagi petani, namun tidak mempengaruhi harga kelapa kupas maupun arang tempurung yang justru naik rata-rata Rp200 per kilogram dari Rp4.000 per kilogram naik menjadi Rp4.200 pada tingkat pedagang pengumpul sedangkan di tingkat pedagang antar daerah mencapai Rp4.700 per kilogram.

Dikatakannya, fluktuasi harga tersebut tidak dapat dikendalikan pemerintah, sebab kopra bukan merupakan bahan pokok strategis di Sulawesi Tenggara.

"Harga kopra tidak bisa kami kendalikan, mau naik atau turun, karena ini ada mekanisme pasar," ujarnya Adnan.

sentra kopra di Sultra diproduksi para petani kelapa dengan cara manual di Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan, Konawe Selatan dan sebagian dari Kabupaten Bombana dengan harga yang berbeda beda.***2***



Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026