Awas, Pembuang sampah sembarangan akan didenda Rp500 ribu

id pembuang sampah

arsip - SANKSI BAGI PEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN Sejumlah perwakilan warga, Dinas Kebersihan, pelajar dan mahasiswa, melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah dengan berpawai melewati rute yang telah ditentukan di Kota Kediri Jawa Timur, Minggu (6/12). Pemerintah Kota Kediri mulai 1 Januari 2016 menerapkan perda tentang sampah, yakni larangan bagi siapapun membuang sampah sembarangan dan menerapkan sanksi denda Rp200.000 atau menyapu jalan sejauh 500 meter bagi yang tertangkap tangan melanggar ketentuan. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Kendari (Antaranews Sultra) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai 2019 ini memberlakukan pemberian sanksi denda bagi warga yang kedapatan sengaja membuang sampah bukan pada tempatnya.

"Denda yang akan diberikan bagi setiap warga yang seenaknya membuang sampah bukan pada tempatnya itu sebesar Rp500.000," kata Kepala Dinas Kebersihan Kota Kendari, Paminuddin di Kendari, Jumat.

Paminuddin mengungkapkan, pemberian sanksi bagi pembuang sampah di sembarang tempat, telah diatur dalam peraturan daerah yang ditetapkan 2015 lalu, namun bari diterapkan tahun 2019 ini.

"Jadi pemberlakukan Perda pelarangan membuang sampah di sembarang tempat, bertujuan membuat efek jera bagi masyarakat yang belum sadar menjaga kebersihan di Kota Kendari," ujarnya.

Paminuddin menambahkan, meski selama ini pemerintah Kota Kendari mengerahkan ratusan personel kebersihan untuk membersihkan lingkungan perkotaan, namun? masih ada saja warga yang sengaja membuang sampah di sembarang tempat, terutama di kawasan Teluk Kendari. dan tempat-tempat strategi lainnya.

"Sebelum sanksi membayar denda diberlakukan, saat ini kami terus melakukan sosialiasi dengan seluruh unsur masyarakat, agar memahami penerapan Perda kebersihan tersebut," imbuhnya.

Sebagai pendukung sarana kebersihan, Pemerintah Kota Kendari sudah menyiapkan sedikitnya 100 unit becak sampah tersebar diseluruh wilayah kelurahan di sepuluh kecamatan.

"Selain itu, ada 100 unit tempat pembuangan sampah (TPS) sementara, juga sedang dibangun di sejumlah kawasan pemukiman warga,? tutup Paminuddin.

Menyediakan TPS sementara disejumlah pemukiman warga itu, untuk memudahkan kendaraan operasional yang akan menjemput lalu membawa ke tempat pembuangan akhir di Kecamatan Puuwato.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar