Bandara Haluoleo tingkatkan konektivitas kawasan timur

id Bandara,Bandara Haluoleo tingkatkan konektivitas kawasan timur,pelayanan masyarakat

Tampak Terminal Bandara Haluoleo Kendari (foto Antara/)

. . . kita juga sedang berusaha agar terbuka konektivitas angkutan udara kepada tiga kota yakni Kendari-Denpasar Bali, Kendari-Sorong Papua Barat dan Kendari-Manado Sulut
Kendari (Antaranews Sultra) - Pengelola Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus berupaya meningkatkan konektivitas angkutan udara agar bisa terhubung dengan beberapa kota di kawasan timur Indonesia.

Baca juga: Bandara Haluoleo segera miliki instrumen landing sistem

Kepala Bandara Haluoleo, Rudi Richardo di Kendari, Senin, mengatakan jika dimungkinkan pesawat dari Jayapura yang selama ini tujuan Jakarta yang transit di Makassar, ke depan bisa transit di Bandara Haluoleo.

"Diharapkan dengan komunikasi yang baik dan dukungan sehingga pemda bisa lakukan studi kelayakan bahwa permintaannya ada sehingga maskapai udara mau merubah yang tadinya transit di Makassar kemudian mau transit di Kendari, sehingga kita dapat lagi frekuensi daerah flight ke Jakarta," katanya. 

Ia mengaku, harapan itu bisa menjadi kenyataan asalkan ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Sultra.

"Karena ini tidak bisa dilakukan hanya maskapai udara dan bandara, tetapi seluruh potensi harus bersatu dengan tujuan membangun Sultra," katanya.

Ia mengatakan, saat ini Bandara Haluoleo baru terkoneksi dengan Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Djuanda Surabaya, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Bandara Morowali Sulteng, Bandara Patimura Ambon, Bandara Matahora Wakatobi dan Bandara Betoamabari Baubau.

"Selain itu, kita juga sedang berusaha agar terbuka konektivitas angkutan udara kepada tiga kota yakni Kendari-Denpasar Bali, Kendari-Sorong Papua Barat dan Kendari-Manado Sulut," katanya.

Menurut Rudi, tiga rute tersebut untuk mendukung sektor wisata yanki Bali, Bunaken dan Raja Ampat.

(T.KR-SPR/B/B008/C/B008) 20-08-2018 12:12:38
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar