PPP Resmi Dukung Asrun-Hugua Pada Pilgub Sultra

id ppp-asrun

PPP resmi dukung Asrun-Hugua di Pilgub Sultra. Ketua DPW PPP Sultra, Rasyid Syawal (kiri) memberikan dukungan SK kepada Asrun (tengah) didampingi Sek DPW PPP Sultra, Ikhsan Rifani (Kanan) di Jakarta, Rabu. (Foto ANTARA/ Suparman)

Kendari (Antara Sultra) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan Asrun-Hugua sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018.

Dukungan PPP kepada Asrun-Hugua tertuang dalam Surat Keputusan (SK) berformat B1-KWK dari DPP PPP dan sudah diserahkan oleh Ketua DPW PPP Sultra Rasyid Syawal didampingi Sekretaris DPW PPP Sultra Ikhsan Rifani kepada Asrun di Jakarta, Rabu.

"Surat dukungan ini diberikan dari DPP PPP ke DPW PPP Sultra, selanjutnya kami yang serahkan kepada calon gubernur yang diusung, yakni Bapak Asrun," kata Rasyid Syawal.

Rasyid mengaku ada beberapa pertimbangan sehingga menjatuhkan pilihan kepada Asrun dari sekian banyak bakal cagub Sultra yang mendaftar di PPP.

"Yang pertama tentunya karena Asrun sudah jelas-jelas memiliki PAN yang memiliki sembilan kursi di DPRD dan jumlahnya sudah sesuai dengan syarat dukungan pencalonan sehingga sudah dipastikan menjadi calon gubernur, sementara PPP hanya memiliki dua kursi sehingga tidak bisa mengusung sendiri atau butuh koalisi," katanya.

Alasan lain, kata Rasyid, Asrun selama memimpin Kota Kendari dua periode sebagai wali kota terbukti banyak membawa kemajuan di berbagai sektor.

"Dan kemudian Asrun juga intens melakukan komunikasi kepada partai kami," katanya.

Dengan keluarnya dukungan PPP kepada pasangan Asrun-Hugua maka sudah ada empat partai yang secara resmi memberikan dukungan, yakni PAN (9 kursi), PKS (5 kursi), PDIP (5 kursi), dan PPP (2 kursi).

Asrun merupakan ketua DPD PAN Kota Kendari yang pernah memimpin Kota Kendari pada periode 2007-2012 dan 2012-2017, sedangkan Hugua merupakan ketua DPD PDIP Sultra yang juga mantan Bupati Wakatobi dua periode.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar