Pembangunan Jembatan di Kendari Terhambat Pembebasan Lahan

Pewarta : id edison

PPK Balai Pelaksana Jalan Nasional XIV Wilayah-2 Sulawesi Tengara, Ir Edyson Tandungan di Kendari, Kamis. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari,  Antara Sultra - Pembangunan dua proyek jembatan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang dikerjakan melalui APBN 2015-2017 hingga kini belum selesai karena terhambat masalah pembebasan lahan belum dituntaskan dari pemerintah kota maupun provinsi.

Dua jembatan tersebut, yakni proyek jembatan Pasar Baru yang menghubungkan Wuawua menuju kampus baru UHO Andounoho dan jembatan Sungai Wanggu yang menghubungkan Kelurahan Lepo-Lepo Baruga menuju kantor gubernur di Kecamatan Poasia.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Wilayah-2 Sulawesi Tenggara, Edyson Tandungan di Kendari, Kamis mengatakan, tersendatnya pekerjaan jembatan di dua tempat itu karena terkait masalah lahan warga yang belum diselesaikan oleh pemerintah setempat.

Pekerjaan proyek jembatan Pasar Baru Wuawua yang memotong Sungai Wanggu seharusnya sudah selesai dikerjakan hingga tahun 2017. Namun masih terkendala lahan sehingga kegiatan alat-alat berat yang melakukan manuver di lokasi itu sulit terhindari karena lahan warga.

"Yang anehnya adalah proyek itu sudah dilelang sementara belakangan lahannya belum selesai," ujar Edyson seraya menambahkan bahwa proyek yang dikerjakan tetap jalan oleh perusahaan pemenang tender PT Wirakarsa Konstruksi dengan nilai anggaran Rp45 miliar.

Sedangkan proyek jembatan Bolivar yang juga dibangun di atas Sungai Wanggu anggarannya sebesar Rp27 miliar lebih dengan pemenang tender UD Maju juga mengalami keterlambatan karena adanya sekelompok masyarakat yang mengklaim sebagai pemilik lahan yang belum diselesaikan.

"Inilah yang membuat, dua proyek jembatan strategis di Kota Kendari belum terselesaikan karena masalah lahan," ujar Edyson.

Kadis PU Kota Kendari Faisal Alhabsy dan Kadis Bina Marga PU Provinsi Sultra, Rundubeli Hasan belum dapat memberi keterangan terkait permasalahan lahan yang menjadi kendala dua proyek jembatan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, permasalahan pekerjaan dua proyek jembatan di dalam Kota Kendari masih menjadi sorotan warga karena kawasan itu menjadi jalur utama warga Kota Kendari dengan intensitas jumlah kendaran terpadat dibanding dengan jalur lain.
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar