Kendari (Antara News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi mengharapkan Pertamina membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus yang melayani nelayan di daerah kepulauan itu.
"Pemerintah Kabupaten Wakatobi sangat mengharapkan kehadiran SPBU khusus nelayan di Wakatobi, sehingga mereka bisa maksimal melaut," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Kabupaten Wakatobi, La Ode Ifi melalui telepon dari Wangiwangi, Rabu.
Menurut dia, potensi perikanan tangkap di wilayah perairan laut Wakatobi seluas kurang lebih 1,3 juta hektar cukup besar, dan bisa mencapai sekitar 250.000 ton per tahun.
"Namun dari potensi tersebut yang dimanfaatkan para nelayan lokal, baru sekitar 15 persen per tahun. Hal ini disebabkan salah satu faktor karena kurangnya dukungan sarana infrastruktur di antaranya penyediaan bahan bakar umum yang memadai bagi nelayan," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Wakatobi berharap kepada pemerintah pusat melalui Pertamina bisa mendirikan SPBU khusus nelayan, sehingga masyarakat nelayan Wakatobi bisa mendapatkan BBM dengan mudah dan maksimal dalam melaut untuk menangkap ikan.
Menurut dia, belum tersedianya SPBU khusus nelayan di Wakatobi, menyebabkan para nelayan tidak maksimal melaut menangkap ikan.
Para nelayan setempat, kata dia, kerap kali tidak bisa melalut hanya karena kesulitan memperoleh bahan bakar solar dan minyak tanah.
Kalau pun mendapat bahan bakar melalui penjual eceran, para nelayan harus menebusnya dengan harga yang sangat mahal, yakni Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter.
Tingginya membayar harga BBM tersebut, kata dia, menyebabkan pendapatan para nelayan Wakatobi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Pemkab Wakatobi Harapkan Pertamina Bangun SPBU Nelayan

Ilustrasi. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum khusus Nelayan (SPBN) di Kelurahan Lapulu Kota Kendari. (FOTO ANTARA).
