Kolaka (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara mengoptimalkan peran 14 puskesmas untuk memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat setempat.
Administrator Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kolaka Rahmatiah di Kolaka, Kamis, mengatakan upaya jemput bola dan penguatan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut, terbukti efektif meningkatkan angka partisipasi warga dalam memeriksakan kondisi kesehatan mereka selama 2025.
"Kami terus mengoptimalkan layanan kesehatan, baik di puskesmas maupun layanan kesehatan lainnya. Saat ini ada 14 puskesmas di Kabupaten Kolaka yang aktif melayani PKG (Pemeriksaan Kesehatan Gratis) untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat terjangkau," kata dia.
Berkat optimalisasi layanan tersebut, Dinkes Kolaka mencatat 103.028 jiwa atau 40,96 persen dari total penduduk setempat telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Angka ini melampaui target ditetapkan pemerintah 36 persen.
Secara rincian, peserta CKG didominasi kelompok dewasa 60.308 jiwa, diikuti anak sekolah 30.792 jiwa, lanjut usia 7.704 jiwa, balita 3.852 jiwa, dan bayi baru lahir 372 jiwa. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan gula darah, kesehatan jiwa, skrining paru-paru, lingkar perut, gizi, hingga pemeriksaan telinga dan mata.
"PKG sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan sejak dini. Jika risiko ditemukan lebih awal, kita bisa melakukan pencegahan agar penyakit tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih parah," katanya.
Pada 2026, Dinkes Kolaka menargetkan kenaikan cakupan CKG menjadi 46 persen.
Untuk mencapai target tersebut, pihak dinas telah menyiapkan serangkaian strategi manajerial mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Pihaknya segera melakukan rapat koordinasi, monitoring, serta evaluasi secara berkala guna memetakan kendala lapangan yang dihadapi selama tahun sebelumnya.
"Melalui rapat evaluasi nanti, kita bisa melihat capaian dan hambatan secara detail. Ini menjadi bahan perbaikan kami agar target tahun 2026 dapat tercapai dengan lebih maksimal demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kolaka," demikian Rahmatiah.

