Kendari (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka meminta seluruh fungsionaris dan kader PDI Perjuangan untuk mengadopsi visi pembangunan daerah Sultra sebagai visi utama mereka.
Pernyataan itu disampaikan gubernur Sultra yang biasa disapa ASR saat berpidato di acara Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sultra yang digelar serentak di salah satu hotel di Kendari, Senin.
Gubernur ASR secara blak-blakan menyoroti ironi kemiskinan dan masalah stunting yang masih tinggi di daerahnya, meskipun Sultra dikenal kaya akan sumber daya alam.
Olehnya itu mantan Komandan Korem 143/HO dan Kabinda Sultra itu mengharapkan seluruh kader PDI Perjuangan Sultra untuk menerima visi pembangunan daerah Sultra sebagai visi utama dalam program kerja di PDI Perjuangan.
Ia menekankan bahwa politik di era demokrasi tidak boleh hanya berfokus pada perebutan kekuasaan, melainkan harus berorientasi pada pembangunan bangsa dan daerah.
Visi pembangunan Sultra, katanya, meliputi tantangan kompleks mulai dari infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan.
"Betul, itu kaya, tapi pada kenyataannya, tingkat kemiskinan, stunting kita masih banyak. Artinya kita belum kaya," tegasnya, menyoroti ketidaksesuaian antara kekayaan alam dan tingkat kesejahteraan rakyat.

Di bagian lain Gubernur ASR juga menyoroti peran krusial legislator PDI Perjuangan dalam sistem pemerintahan.
Ia mengharapkan rekan-rekan dari lembaga legislatif dapat menjalankan fungsi pengontrol pemerintah (check and balance) secara efektif untuk mencegah penyelewengan dan memastikan terciptanya pemerintahan yang bersih dan efektif.
Mantan Pagdam XIV Hasanuddin juga mengingatkan agar perbedaan pandangan saat Pemilu harus disikapi sebagai keindahan demokrasi, dan setelahnya, semua pihak wajib bersatu karena memiliki tujuan yang sama yakni pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Rangkaian Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Provinsi Sultra diawali dengan sambutan sekaligus pengarahan Ketua DPD PDI Perjungan Sultra H.Lukman Abunawas.
Hadir sekaligus memberi arahan Ketua DPP PDI Perjuangan Hj.S.B.Wiryanti Sukamdani sekaligus Ketua Kordinator Wilayah Kawasan Timur didampingi Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Y.Aryo Adhi Dharmo dan Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan Rudianto Tjen.
Sebelumnya, juru bicara DPD PDIP Sultra Agus Sanaa mengungkapkan. Pembukaan Konferda yang dimulai pukul 09.00 WITA, akan diisi dengan pengarahan dari DPP PDI Perjuangan sekaligus pembukaan Konferda.
"Sesi Konferda berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 WITA, mencakup Pleno I (pengesahan sidang dan laporan pertanggungjawaban), Sidang-Sidang Komisi (Komisi A: Politik, Komisi B: Organisasi, Komisi C: Program), dan Pleno III (pengumuman Ketua DPD dan komposisi pengurus)," katanya.
Agus Sanaa menambahkan, sesi Konfercab diimulai pukul 15.00 WITA dengan pembagian tempat Konfercab. Sesi pleno, sidang komisi, hingga pengumuman Ketua DPC terpilih dan struktur pengurus akan berlangsung hingga pukul 21.00 WITA.
DPD PDI Perjuangan Sultra telah menetapkan utusan resmi yang wajib hadir yaitu, utusan Konferda, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC Partai.
Utusan Konfercab, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PAC Partai. Peninjau Konfercab, Kepala dan Sekretaris Badan Partai, Ketua dan Sekretaris Sayap Partai, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten/Kota, dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Kader PDI Perjuangan.

Seluruh DPC diinstruksikan untuk segera berkoordinasi dengan kader-kader partai, termasuk kepala/wakil kepala daerah dan anggota legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan, untuk memastikan kehadiran dan pelaksanaan acara berjalan lancar.
Pembagian Zona Konfercab (Dimulai Pukul 15.00 WITA) melipyti, Zona A: Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Konawe, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Kolaka.
Zona B: Muna, Wakatobi, Buton Utara, Bombana, Buton dan Zona C: Buton Selatan, Muna Barat, Kota Baubau, Buton Tengah.
Ketua DPD terpilih, setelah diumumkan, akan didampingi oleh DPP Partai untuk membentuk Tim Formatur dan membacakan Sumpah Janji Jabatan.
Acara ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi struktural dan ideologis partai di Sulawesi Tenggara.

