
Gubernur Sultra ajak GP Ansor perkuat sinergi cegah radikalisme

Kendari (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mengajak kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi guna mencegah penyebaran paham radikalisme di Bumi Anoa.
Andi Sumangerukka menekankan bahwa peran GP Ansor sangat strategis dalam membekali generasi muda melalui moderasi beragama untuk menangkal bibit ekstremisme yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
"Paham radikalisme dan ekstremisme ini sangat berbahaya jika tumbuh di tengah masyarakat. Oleh karena itu, GP Ansor harus hadir memberikan pemahaman agama yang inklusif," ujar Andi Sumangerukka di Kendari, Jumat sore.
Menurutnya, Indonesia berdiri di atas fondasi keberagaman yang diikat oleh persatuan dan kesatuan. Selain penguatan ideologi, ia menilai pemahaman moderasi beragama menjadi instrumen penting untuk mempererat kerukunan antarumat beragama.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni dengan berkaca pada konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia, seperti di Yaman dan Lebanon, yang terdampak besar akibat perpecahan internal.
"Perpecahan adalah sumber konflik. Kita bisa melihat dampaknya di beberapa negara Timur Tengah. Jangan sampai hal itu terjadi di tanah air kita yang beragam ini," tegasnya.
Selain fokus pada pencegahan radikalisme, Gubernur juga mendorong GP Ansor Sultra untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan kader serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis kewirausahaan pemuda dan UMKM.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program moderasi beragama. Ia menyoroti tantangan keterbukaan informasi dan teknologi yang membuat pemuda mudah terpapar konten keagamaan tanpa pendampingan guru.
"Saat ini akses pembelajaran agama seringkali hanya melalui konten media sosial, bukan melalui guru agama atau pesantren. Kekhawatirannya adalah masuknya paham-paham yang berseberangan dengan keyakinan dan prinsip kebangsaan kita," kata Addin.
Untuk itu, Addin menginstruksikan kader GP Ansor untuk melakukan dakwah yang transformatif dan adaptif agar mudah diterima oleh kaum milenial dan Gen Z.
"Kami ingin keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia terus tumbuh. Semua elemen harus saling harmoni antarsuku, antarbangsa, dan antardaerah demi menjaga keutuhan NKRI," tambahnya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
