Cikeas (ANTARA) -
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko dalam setiap kebijakan dan pengambilan keputusan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
“Setelah pelatihan manajemen risiko didapatkan, yang terpenting adalah bagaimana pengetahuan itu bisa diimplementasikan. Karena pendekatan berbasis risiko harus tertanam dalam setiap proses pengambilan keputusan,” ujar Wamen Ossy saat memberikan pengarahan dan motivasi dalam Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Tingkat Lanjut Tahun 2025 di Gedung BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas.
Ia menekankan bahwa pekerjaan di bidang pertanahan dan tata ruang menghasilkan produk hukum yang berdampak langsung terhadap hak masyarakat dan kepastian hukum atas tanah. Oleh karena itu, internalisasi manajemen risiko menjadi keharusan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, keterbukaan terhadap potensi masalah merupakan langkah awal dalam mencegah risiko yang lebih besar di masa mendatang.
“Kita sudah mulai berpikir akan mitigasi risiko ke depan. Jika kita bertindak seperti ini, nanti apakah ada potensi masalah. Lalu jika ada potensi seperti ini, bagaimana penanggulangannya,” jelasnya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (01/11)
Baca juga: Menteri Nusron ajak jajaran meraih berkah dan menambah ilmu agama
Lebih lanjut, Wamen Ossy menyebut bahwa penerapan manajemen risiko juga sejalan dengan tuntutan global terhadap transparansi pelayanan publik.
“Kita tidak bisa lagi berlindung di balik alasan ini itu karena manajemen risiko memperkuat transparansi dalam setiap pelayanan untuk menciptakan good governance,” tegasnya.
Pelatihan Manajemen Risiko Tingkat Lanjut ini diikuti oleh 66 pejabat administrator, terdiri atas 63 Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) dari lokasi prioritas dan 3 Kepala Bagian Manajemen Risiko. Kegiatan berlangsung sejak Senin (27/10) hingga Jumat (31/10), dan akan ditutup dengan Uji Kompetensi sebagai syarat kelulusan.
Kepala BPSDM Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, turut hadir dalam kegiatan ini bersama jajaran. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Menutup arahannya, Wamen Ossy berpesan agar para peserta terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kementerian ATR/BPN memiliki harapan besar kepada Bapak dan Ibu peserta pelatihan ini karena membawahi Kantah dengan volume layanan yang besar. Buktikan bahwa Bapak/Ibu memang pantas berada di sana untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Baca juga: Menteri Nusron siap audit sertifikat dan bangunan di sempadan sungai
Baca juga: Menteri Nusron galang ormas Islam percepat sertifikasi tanah wakaf diKaltim

