Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meluncurkan Program Kendari berkebun untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah berjuluk Kota Lulo itu.
"Kendari Berkebun itu untuk membangkitkan ketahanan pangan di Kota Kendari," kata Wali Kota Kendari Siska Karina Imran di Kendari, Kamis.
Siska menyebutkan bahwa peluncuran Kendari Berkebun tersebut dilakukan di lahan percontohan Kota Kendari yang luasnya sekitar 500 meter dengan menanam beberapa jenis sayur-mayur di antaranya selada, sawi, cabai, tomat, terong, bayam, kacang panjang, daun bawang dan beberapa jenis sayuran lainnya.
"Kami menanam beberapa sayuran di pekarangan rumah jabatan Wali Kota. Mudah-mudahan semua masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan di wilayahnya masing-masing," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan Program Kendari Berkebun ini untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan dapat mengurangi pengeluaran masyarakat.
"Tujuan nya itu untuk menekan kenaikan harga dan juga mengurangi pengeluaran, terutama bagi masyarakat," jelasnya.
Siska menambahkan bahwa dalam pemanfaatan lahan pekarangan tersebut, pihaknya berkomitmen akan membantu para warga dengan menyediakan bibit yang akan ditanam di lahannya.
"Kalau bibit, kami dari pemerintah akan menyiapkan. Yang terpenting ada kemauan," ujar Siska.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur menyampaikan bahwa Program Kendari Berkebun tersebut untuk memotivasi masyarakat agar menanam sayur mayur di pekarangan.
"Dengan menanam bibit sayur seperti ini, bisa memotivasi warga Kota Kendari untuk bisa menanam tanaman yang bisa dikonsumsi sehingga ketahanan pangan keluarga bisa lebih kuat," katanya.
Makmur menuturkan bahwa untuk mendapatkan bibit pangan dalam pemanfaatan pekarangan itu harus melalui kelompok tani (poktan) atau dari dasawisma di wilayahnya.
"Bisa juga dari BPP (balai pelaksana penyuluhan) atau penyuluh pertanian di wilayahnya masing-masing agar bisa dapat," jelasnya.

