Kemenag Sulawesi Tenggara prioritaskan lansia sebagai calon haji 2023

id Kemenag, Sultra, prioritaskan, lansia, sebagai, calon, jamah, haji, 2023

Kemenag Sulawesi Tenggara prioritaskan lansia sebagai calon haji 2023

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Sultra Marni saat di wawancara di Kendari, Rabu (18/1/2023) (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara menyampaikan untuk musim haji tahun 2023 ini pihaknya memprioritaskan warga berusia di atas 65 tahun atau lansia sebagai calon haji.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Sultra Marni di Kendari, Rabu, mengatakan hingga saat ini kuota haji di daerah tersebut belum ada, namun pihaknya memprioritaskan calon haji yang telah masuk daftar tunggu di 2023.

"Jadi kan yang berangkat tahun 2022 itu sebanyak 918 orang, dari kuota full. Yang tertinggal itu sebanyak 1.086 orang. Nah mereka yang tertinggal ini dengan pembatasan usia. Mereka tahun ini jadi prioritas karena masuk lunas tunda, istilahnya sudah lunas membayar tapi ditunda keberangkatan," katanya.

Dia menyampaikan jumlah calon haji yang diberangkatkan pada tahun 2022 hanya sebanyak 918 orang dari jumlah seharusnya 2.019 orang, 10 di antaranya merupakan ketua kloter dan pembimbing haji.

Namun, lanjut dia, karena saat itu adanya kebijakan dimana usia di atas 65 tahun tidak diizinkan berangkat, maka sebanyak 1.086 orang tidak diberangkatkan.

"Jadi yang tertinggal itu 1.086 orang itu mereka prioritas karena sudah porsinya, sudah membayar lunas tunda istilahnya. Otomatis lansia kemarin yang di atas 65 tahun yang tidak berangkat tahun ini jadi prioritas," ujar dia.

Marni menerangkan, meskipun saat ini daerah tersebut belum mendapat kuota calon jamaah haji dari Kementerian Agama di pusat, namun pihaknya menyebut jumlah kuota calon jamaah haji setiap tahunnya di daerah tersebut sebanyak 2019 orang termasuk lima ketua kloter dan lima pembimbing haji.

Sementara itu, lanjut Marni, untuk mengisi kuota berikutnya yang saat ini terisi masih 1.086 orang, maka akan diisi oleh orang yang sudah mendaftar di sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (sikohat).

"Jadi estimasinya kita itu kalau tahun-tahun sebelumnya itu sebanyak 2019 orang yang berangkat, itu kalau 100 persen. Itu termasuk dengan petugas. Untuk mengisi kuota berikutnya itu prioritas lagi lewat sikohat atau sesuai daftar atau nomor porsinya," kata Marni.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2023