Kemendikbudristek dan UGM dorong pemberdayaan masyarakat adat di Muna

id Kemendikbudristek, UGM, dorong, pemberdayaan, masyarakat, adat, Muna

Kemendikbudristek dan UGM dorong pemberdayaan masyarakat adat di Muna

Perkenalan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada masyarakat Desa Latompa, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/7/2022). ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Kendari (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Gadjah Madah (UGM) mendorong pemberdayaan masyarakat adat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Pamong Budaya Ahli Madya Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek Ratna Yunnarsih melalui keterangan tertulisnya di Kendari, Sabtu mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada Laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Latompa, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna.

"Tim KKN PPM UGM Unit 2022­ SG001 tersebut akan melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Latompa dengan mengusung tema Pemajuan Kebudayaan, Pemberdayaan Warga berbasis Adat untuk Peneguhan Kohesi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Desa Latompa," katanya.

Dia menyampaikan, pelaksanaan KKN sejak 27 Juni 2022 dan akan berlangsung selama 60 hari ke depan merupakan kolaborasi antara pihaknya, Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Muna.

“Sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada ingin menumbuhkan kesadaran dan membangun keberpihakan generasi muda terhadap masyarakat adat," ujar dia.
 


Oleh karena itu, lanjut dia, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat melibatkan kampus dan mahasiswa untuk turut ambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat adat melalui program KKN Tematik.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan( Balitbang) Muna Syahrir mengatakan bahwa program KKN di Desa Latompa seiring dengan program kerja pemerintah setempat yang sedang berkonsentrasi untuk mengembangkan kawasan Muna Timur Raya (Mutiara).

“Ada falsafah Muna yang berbunyi, hansuru hansuru badha sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu sumano kono hansuru adhati, hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama (hancur hancur badan asalkan kampung terjaga, hancur hancur kampung asalkan adat istiadat terjaga, hancur hancur adat istiadat asalkan agama tetap tegak) sudah tepat sekali KKN dengan program pemberdayaan berbasis adat dilaksanakan di Kabupaten Muna," katanya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM UGM Unit 2022­ SG001 Samsul Maarif mengatakan KKN akan dilaksanakan selama 60 hari ke depan terbagi dalam empat klaster sesuai latar belakang keilmuan yakni sainstek, agro, sosial humaniora, dan medika.

“Mahasiswa mempunyai kelebihan, masyarakat Desa Latompa mempunyai kelebihan, sehingga perlu dilaksanakan pelatihan untuk menangkap aspirasi masyarakat dalam perumusan program kerja tim KKN," katanya.
 


Dia menyampaikan, diskusi antara mahasiswa dengan masyarakat akan menghasilkan identifikasi permasalahan dan kebutuhan sehingga dapat diejawantahkan dalam bentuk program.

“Prinsip kerja kolaborasi antara mahasiswa dengan masyarakat yang menjadi penggerak desa, sangat penting supaya program yang dijalankan dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi pilot project untuk program serupa. Apabila di Desa Latompa berhasil bukan tidak mungkin desa sekitar, bahkan desa di luar Kabupaten Muna pun ikut terinspirasi," kata Samsul Maarif.

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tiba di Desa Latompa, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna pada Senin (27/6) dan akan melaksanakan program selama 60 hari ke depan.
 
 
 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek-UGM dorong pemberdayaan masyarakat adat di Muna
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2022