Kedokteran UHO mengedukasi masyarakat Kendari cegah stunting

id Kedokteran, UHO, edukasi, masyarakat, Kendari, cegah, stunting

Kedokteran UHO mengedukasi masyarakat Kendari cegah stunting

Dosen Fakultas Kedokteran UHO mengedukasi masyarakat di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari untuk mencegah stunting, Sabtu (23/10/2021). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi cara mencegah stunting atau gagal tumbuh kembang anak akibat gizi kronis.

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kedokteran UHO Kendari Parawansah mengatakan sebagai salah satu Tri Dharma perguruan tinggi adalah pengabdian, maka pihaknya mengedukasi masyarakat agar anak-anak mereka tidak mengalami gizi kronis.

"Sosialisasi ini kami memfokuskan ke ibu produktif yang punya perencanaan untuk memiliki kembali anak. Jadi kami memberikan informasi agar bisa mencegah stunting dari dini, 100 hari kelahiran sampai usia dewasa," kata dia di Kendari, Sabtu.

Sosialisasi pencegahan stunting dilakukan dosen Fakultas Kesehatan, UHO Kendari kepada masyarakat di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat dengan melibatkan masyarakat setempat, kader-kader posyandu, serta unsur pemerintah kelurahan di daerah itu.

Parawansah menuturkan, dia dan anggota timnya mengedukasi masyarakat di kelurahan itu agar menjaga asupan gizi baik protein ataupun kalorinya, menjaga lingkungan tetap bersih salah satunya setiap keluarga harus memiliki jamban.

Dia juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa selain dari genetik, penyebab stunting juga bisa dari faktor kebersihan seperti air minum. Bukan berarti air jernih itu sudah layak untuk diminum atau dikonsumsi, sehingga untuk menghindari faktor risiko banyaknya cemaran dalam air dapat dimasak terlebih dahalu lalu dikonsumsi.

"Kemudian kami menyampaikan sebelum makan harus selalu mencuci tangan, sebelum tidur harus cuci kaki dan sebagainya. Dengan begitu, faktor risiko adanya cemaran bakteri bisa dihindari, sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan dari anak," jelas dia.

Parawansah menambahkan, sosialisasi pencegahan stunting di Kelurahan Punggaloba merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya melakukan di Kelurahan Benu-Benua berapa waktu lalu yang masih di Kecamatan Kendari Barat.

 
Dosen Fakultas Kedokteran UHO mengedukasi masyarakat di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari untuk mencegah stunting, Sabtu (23/10/2021). ANTARA/Harianto




Lurah Punggaloba Putrisari Emil Wulandari mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan pihak Fakultas Kedokteran UHO karena telah mengedukasi warganya sehingga dapat mencegah gagal tumbuh kembang anak.

"Kota Kendari khususnya di Kelurahan Punggaloba terdiri dari berbagai macam warga, ada mungkin yang berpendidikan ada yang kurang pendidikannya. Jadi, dengan sosialisasi ini bisa membantu kita untuk lebih jelas mengetahui apa itu stunting, penyebabnya, dan cara mencegahnya," kata dia.

Putrisari menyebut, hingga saat ini di keseluruhan tersebut belum ada anak yang mengalami gizi buruk. Meski begitu, menurut dia masih tetap perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dalam mencegah gagal tumbuh kembang anak akibat gizi kronis.

"Supaya mereka tahu agar anak-anak mereka tetap terjaga baik proteinnya, vitaminnya dan asupan gizi terhadap tubuh mereka," ujar dia

Dia juga mengajak kepada seluruh warganya agar selalu menjaga kebersihan serta asupan gizi anak-anaknya terutama saat dalam keadaan hamil, sehingga anak mereka tidak mengalami gagal tumbuh kembang nantinya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021